Jumat, 20 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
76

Duabelas Bulan Sakit, Pekerja PT. Elang Perdana Mengadu ke Pengadilan

Tak lagi dapat bekerja seperti biasa, undang-undang memberikan hak kepada Pekerja untuk mengajukan permohonan pemutusan hubungan kerja melalui putusan pengadilan.

Andri Sopiandi meminta Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, untuk mengabulkan gugatannya dengan menyatakan putus hubungan kerjanya terhadap PT. Elang Perdana Tyre Industri. Pasalnya, Andri sudah tidak lagi dapat bekerja seperti biasa, dikarenakan menderita sakit tulang belakang sejak dua belas bulan yang lalu setelah bekerja selama 15 tahun.

Ia mendasarkan gugatannya pada Pasal 172 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang memberikan hak kepada Pekerja yang mengalami sakit berkepanjangan selama 12 bulan lebih untuk mengajukan permohonan pemberhentian kerja melalui Pengadilan Hubungan Industrial, dengan pemberian uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja sebesar dua kali ketentuan undang-undang, ditambah dengan penggantian hak.

Menanggapi permohonan tersebut, Perusahaan justru malah mengkualifikasi Andri telah mengundurkan diri, setelah tidak meng-indahkan panggilan kerja yang telah diberikan sebanyak tiga kali. “Namun Perusahaan mengarahkan ke Pasal 168 (mengundurkan diri) dengan mengeluarkan panggilan satu, panggilan dua dan panggilan tiga,” jelas Jhon Kenedi salah satu kuasa hukum Andri Sopiandi, Senin (13/05/2019) kemarin.

Menurut Jhon, Perusahaan tidak mempunyai hak untuk memutuskan hubungan kerja dengan Pekerjanya tersebut, sebelum ada putusan dari pengadilan hubungan industrial. “Keputusan (PHK) itu akan menjadi sah setelah ada putusan pengadilan,” lanjut Jhon usai menghadiri persidangan yang diregister dalam perkara Nomor 81/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Bdg itu. “Jadi dia (PT. Elang) tidak boleh memutus, mem-PHK langsung,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Majelis Hakim PHI Bandung yang diketuai oleh Hakim Wasdi Permana juga menggelar sidang dalam perkara antara PT. Elang Perdana Tyre Industri melawan Abdul Gopar, dengan register perkara Nomor 82/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Bdg. Jhon yang juga kuasa hukum Gopar, keberatan dengan anggapan Perusahaan terkait status kerja Gopar yang masih dianggap sebagai harian lepas. Padahal, Gopar yang ditempatkan pada bagian Gudang dan telah bekerja selama 10 tahun, kini juga menderita sakit berkepanjangan, terang Jhon.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of