Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
77

Efisiensi Pekerja, Produsen Bola Digugat ke Pengadilan

Dituding belum menempuh langkah-langkah efisiensi, seperti mengurangi biaya produksi, upah tingkat manager, waktu kerja lembur menawarkan pensiun dini, hingga merumahkan pekerja secara bergantian. Akhirnya membuat Suryani dan kawan-kawan (3 orang) tidak dapat menerima pemberhentian yang dilakukan PT. Nassau Sport Indonesia.

Usai menghadiri persidangan dengan agenda duplik yang digelar oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, Senin (27/05/2019) kemarin, Bambang Pragityo selaku kuasa hukum Suryani, dkk menjelaskan keharusan Perusahaan untuk memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dalam melakukan efisiensi tenaga kerja.

“Pemahaman dalil untuk melakukan pemutusan hubungan kerja karena efisiensi itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh Perusahaan,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakan Pragityo, ketiga Pekerja selama perselisihan di pengadilan berlangsung, pada tanggal 13 Mei lalu sudah sempat disuruh untuk masuk bekerja.

“Ketika proses kami sedang melakukan upaya hukum gugatan ke PHI, Perusahaan akhirnya menerima untuk bekerja kembali tetapi tidak dikasih pekerjaan, hanya duduk-duduk saja diruang sekuriti,” jelas Pragityo. Peristiwa itu hanya berlangsung selama beberapa hari, karena akhirnya Perusahaan menerbitkan surat penundaan dipekerjakan kembali.

Tindakan Perusahaan produsen bola olahraga tersebut diduga mengandung tujuan tertentu. Pragityo khawatir apabila pada saat itu Suryani dan kawan-kawannya tidak menghadiri panggilan bekerja, maka dapat dikualifikasikan mengundurkan diri. “Sehingga dikhawatirkan ketika panggilan bekerja tidak hadir, bisa dianggap mengundurkan diri,” tuturnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of