Senin, 22 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
3

Enam Bulan Tidak Dibayar, Pilot Tuntut Perusahaan Penerbangan

Dianggap tidak memiliki niat baik dengan tidak membayar gaji selama enam bulan, Pekerja berharap Pengadilan nyatakan putus hubungan kerja.

Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (20/05/2019) menggelar sidang gugatan perselisihan pemutusan hubungan kerja, antara PT. Putra Jaya Mandiri Abadi Utama dengan Imanuddin Yunus. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa penerbangan helikopter tersebut, digugat lebih dari Rp500 juta.

Hingga sidang yang keempat, PT. Putra Jaya menyatakan belum siap memberikan jawaban gugatan yang seharusnya sudah disampaikan 13 Mei lalu. “Agenda jawaban hari ini tapi sangat disayangkan dari pihak Tergugat masih belum menyiapkan jawabannya,” jelas JP. Zega, kuasa hukum Imanuddin.

Lebih lanjut ia mengatakan, Hakim Taryan selaku Ketua Majelis Hakim telah memberikan peringatan kepada Perusahaan, yakni apabila pada persidangan pekan depan tidak juga menyampaikan jawaban, maka persidangan akan dilanjutkan ke acara pembuktian. “Tapi ini sudah diperingatkan oleh Hakim, minggu depan mereka harus menyerahkan jawabannya,” terang Zega.

Dalam surat gugatan yang diregister dengan Perkara Nomor 139/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst itu, Imanuddin juga meminta agar Majelis Hakim PHI Jakarta Pusat meletakkan sita jaminan atas harta benda milik Perusahaan. Ia khawatir, apabila gugatannya dikabulkan, Perusahaan tetap tidak mau melaksanakannya.

Sebab menurut Zega, saat Imanuddin awal bekerja hingga empat bulan sejak Januari 2018, Perusahaan membayarkan upahnya secara tepat waktu. Tetapi setelah itu, hanya dibayar setengahnya dan mulai bulan Juni sudah tidak lagi dibayarkan dan tidak diberikan pekerjaan. Sehingga Imanuddin memutuskan untuk menempuh upaya hukum melalui Dinas Tenaga Kerja hingga ke Pengadilan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of