Selasa, 12 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
54

Hakim Putus Pesangon, Pekerja Parfum Casablanca Kecewa

Dengan dinyatakan batalnya perjanjian kerja waktu tertentu, dan demi hukum menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu, seharusnya Majelis Hakim perintahkan bekerja kembali.

“Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian,” demikian dikatakan oleh Hakim Waspin Simbolon membacakan amar Putusan dalam perkara perselisihan hubungan industrial antara Egi Setiawan, dkk (11 orang) melawan PT. Priskila Prima Makmur, di dalam ruang sidang Wirjono Prodjodikoro Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, Senin (13/5) kemarin.

Dalam pertimbangan hukumnya, Waspin menilai perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak) yang dibuat Perusahaan produsen parfum Casablanca itu telah tidak memenuhi ketentuan Pasal 59 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Namun menurutnya, hubungan kerja antar keduanya tidak lagi dapat dipertahankan dan beralasan hukum untuk dinyatakan putus.

Terhadap amar putusan tersebut, kuasa hukum Egi Setiawan, Maman Nuriman mengemukakan kekecewaannya. Ia sependapat jika dikatakan perjanjian kerja kontrak yang dibuat antara Pekerja dengan PT. Priskila batal demi hukum. Karena jenis dan sifat pekerjaannya terus menerus dan tidak terputus-putus atau dalam masa penjajakan. “Isi putusan kali ini, kami sangat kecewa dengan Majelis Hakim,” ungkapnya.

Menurut Maman, dengan dinyatakan batalnya demi hukum perjanjian kerja kontrak, maka sudah sepatutnya Majelis Hakim memerintahkan Perusahaan untuk mempekerjakan kembali Egi Setiawan dan kawan-kawan, yang sejak bekerja telah dinyatakan menjadi pekerja tetap, bukan lagi sebagai pekerja kontrak.

“Dalam putusan tersebut, PKWT (perjanjian kerja waktu tertentu)-nya batal demi hukum. Tetapi ironisnya adalah mengacu kepada (pemberian) kompensasi. Ini yang kami tidak setuju dengan hal itu (putusan),” ujar Maman usai persidangan pembacaan putusan dalam perkara yang teregister dengan nomor 262/Pdt.Sus-PHI/2018/PN.Bdg itu.

Lebih lanjut mengatakan, adanya kemungkinan bagi pihaknya untuk mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atas putusan Pengadilan. “Itu akan kami bicarakan kembali dengan kawan-kawan,” terang Maman.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of