Senin, 22 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
4

Jaminan Kesehatan Jadi Tuntutan Dalam Gugatan Pemutusan Hubungan Kerja

Sebelum ada putusan dari Pengadilan Hubungan Industrial, maka Pekerja masih memiliki hak untuk tetap mendapatkan jaminan kesehatan.

Rumah Sakit Aria Sentra Medika dinilai telah keliru dengan menon-aktifkan kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Dadang Sudarma, dkk (7 orang). Sebab, Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Serang, belum menyatakan putus hubungan kerja keduanya.

Dalam surat gugatannya tertanggal 21 Januari 2019 lalu itu, Dadang meminta PHI Serang untuk menjatuhkan putusan sela, yang memberikan perintah kepada Rumah Sakit mengaktifkan kembali kepesertaan Jaminan Kesehatan pada aplikasi E-Dabu BPJS Kesehatan, selama belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Terhadap tuntutan tersebut, Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Dasriwati belum menjatuhkan putusan sela sesuai permintaan Dadang. Padahal, persidangan sudah 11 kali digelar oleh Dasriwati. Selain mempersoalkan kepesertaan BPJS, Dadang juga menuntut pembayaran uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak yang seluruhnya sebesar Rp558 juta.

“Mereka memutuskan hubungan kerja dengan efisiensi, mereka tidak bisa membayar. Alasannya nanti kalau sudah ada uang baru dibayarkan,” ujar Zamrudin Arief usai persidangan, Rabu (22/05/2019) kemarin. Menurut Arief, Rumah Sakit telah memberitahukan pemutusan hubungan kerja secara sepihak sejak pertengahan tahun lalu.

“Jadi sudah satu tahun berjalan sampai sekarang, yang dimulai dari tahap bipartit, terus kemudian masuk ke mediasi dan sudah ada pembicaraan jika ada uang baru akan dibayarkan,” lanjut Arief didampingi oleh kuasa hukum lainnya, Dahrul Lubis. Ia juga menegaskan, bahwa pihaknya tidak mungkin menunggu sampai dengan Rumah Sakit bisa membayar pesangon, makanya mereka menempuh upaya ke Pengadilan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of