Senin, 22 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
15

Lima Tahun Tak Bayar THR, Sukanda Djaya Digugat

Meski ketidakpatuhan Pengusaha terhadap undang-undang dengan tidak membayar Tunjangan Hari Raya dapat diberikan sanksi administratif, namun bukan serta merta sanksi tersebut dapat memaksa Pengusaha untuk melaksanakannya.

Tuntutan terhadap Tunjangan Hari Raya (THR) hanya dapat dilayangkan melalui Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Walaupun perbuatan tidak membayar THR sebagai tindakan yang dapat diberi sanksi administratif oleh Pasal 11 Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015, tetapi belum tentu dapat memaksa Pengusaha.

Alexander W Harsono dengan didampingi oleh Kuasa Hukumnya Sisca Lisa Siagian, akhirnya menggugat PT. Sukanda Djaya ke PHI Bandung setelah selama lima tahun mengaku tidak diberikan THR dan Bonus. “Tidak terbayarkannya sejak lima tahun terakhir yaitu tahun 2012,” ujar Sisca usai persidangan yang digelar di ruang siding Kusmah Atmadja, PHI Bandung, Senin (29/4) kemarin.

Karena diperlakukan tidak adil dengan tidak dibayarkan THR-nya, Harsono yang terakhir menjabat sebagai Manager Bisnis Depelovment, kemudian memutuskan untuk mengundurkan diri sejak Maret 2018 setelah bekerja selama delapan tahun di PT. Sukanda Djaya.

Ketika ditanya alasan mengapa Perusahaan tak membayar THR dan Bonusnya, Harsono mengatakan Perusahaan tidak memberikan penjelasan terkait hal itu. Oleh karenanya, ia mengajukan gugatan yang diregister dalam Perkara Nomor 27/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Bdg, dengan menuntut Perusahaan membayar THR dan Bonus yang harusnya ia terima sebesar Rp1 miliar lebih.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of