Rabu, 20 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
121

Menolak Mutasi ke Surabaya, Pekerja Ajukan Gugatan ke Pengadilan Jakarta

Penempatan tenaga kerja oleh Pengusaha, setidaknya mempertimbangkan keahlian, keterampilan, bakat, minat dan kemampuannya.

Diduga hanya berdasarkan alasan yang mengada-ada, Yanti Sri Utami menolak dimutasikan oleh PT. Karyamitra Budi Sentosa dari Jakarta ke Surabaya. Sebagai Pekerja yang telah bekerja sejak 18 April 2001 lalu itu, Yanti yang seorang staff administrasi head office sangat keberatan jika harus berpisah dengan keluarganya yang telah menetap di Jakarta.

Namun keputusannya tersebut, justru ditanggapi oleh Perusahaan dengan menyuruhnya mengundurkan diri pada 1 Agustus 2018, dengan pemberian uang kompensasi sebesar Rp45 juta, jelas Siti Marwiyah selaku kuasa hukum Pekerja seusai persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (6/5) kemarin.

“Pekerja mau dipindahkan ke Surabaya. Nah tidak mau pindah ke Surabaya disuruh mengundurkan diri, sementara mengundurkan diri sudah aturannya sendiri atas kemauannya sendiri,” ujar Marwiyah.

Yanti dalam surat gugatannya menuntut PT. Karyamitra untuk memberikannya uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak sebesar Rp198 juta. Ia juga menuntut pembayaran tunjangan hari raya, serta upah selama proses penyelesaian perselisihan dengan besaran yang sesuai dengan upah terakhirnya sebesar Rp5,7 juta.

Dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Duta Baskara di ruang sidang Oemar Senoadji tersebut, beragendakan jawaban atas gugatan Yanti yang teregister dalam Perkara Nomor 128/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst. Terhadap jawaban gugatan itu, Marwiyah dipersilahkan oleh Hakim Duta untuk memberikan tanggapan (replik) dalam persidangan selanjutnya, Senin, 13 Mei pekan depan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of