Rabu, 24 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
6

Pekerja Menolak Diturunkan Jabatan Setelah 15 Tahun Bekerja

Penurunan jabatan dapat dilakukan oleh Pengusaha dengan syarat dan ketentuan yang telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.

Tidak terima diturunkan jabatannya dari kepala cabang menjadi staff, Devi Haryati yang telah bekerja selama lima belas tahun itu, mendaftarkan gugatan perselisihan pemutusan hubungan kerja ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 15 April 2019 lalu. Selama bekerja di PT. Brataco yang bergerak di bidang kimia farmasi itu, ia mengaku tidak pernah melakukan kesalahan.

“Ada penurunan jabatan secara tiba-tiba, tanpa ada kesalahan di demosi, diturunkan jabatannya dan diturunkan income (pendapatan)-nya,” ujar Ruth Olivia Tobing, salah seorang Kuasa Hukum Devi Haryati usai mengikuti persidangan yang dipimpin Hakim Taryan, Senin (20/05/2019) kemarin.

Sebelum menggugat, Devi telah berupaya untuk mengajak PT. Brataco melakukan musyawarah hingga akhirnya dimediasikan oleh Pegawai Dinas Tenaga Kerja. Namun Perusahaan tidak menanggapi permintaan Devi, yang mengajukan pembayaran uang kompensasi pesangon sebesar Rp287,5 juta. Sebab Perusahaan berdalih, jika Devi telah dianggap mengundurkan diri sejak bulan Oktober 2018.

Hal tersebut dibantah oleh Ruth. Menurutnya, Perusahaan telah memanfaatkan kondisi Devi yang kala itu sedang emosional atas keputusan penurunan jabatan yang dilakukan Perusahaan. Devi akhirnya disuruh untuk menandatangani surat pernyataan pengunduran dirinya sebagai Pekerja PT. Brataco. “Ibu Devi memang sengaja di setting untuk mengundurkan diri, supaya Perusahaan tidak mempunyai kewajiban membayar pesangon,” tambah Ruth.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of