Rabu, 20 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
101

Pribadi Direktur Pailit, Pekerja Tuntut Uang Pesangon

Setidaknya, kepailitan akan membawa dampak diantaranya berupa berhentinya operasional Perusahaan dan berimbas pada tidak bekerjanya para Pekerja.

Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Serang, kembali menggelar sidang lanjutan gugatan antara Sarifudin, dkk (54 orang) melawan PT. Lingga Karisma Jaya, Rabu (22/05/2019) kemarin. Mereka menuntut Perusahaan untuk membayarkan uang pesangon sebesar Rp2,4 miliar lebih, setelah tidak lagi dipekerjakan pada bulan Desember 2018.

Menurut kuasa hukum Pekerja, Jefry Franiko mengatakan, tidak operasionalnya lagi Perusahaan karena direkturnya secara pribadi dipailitkan oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. “Mulai 2018 akhir, sudah ada kabar bahwa pribadi direkturnya itu dipailitkan. Dan sampai sekarang tidak ada tindaklanjutnya lagi,” ujar Jefry usai menghadiri persidangan yang digelar Hakim Diah Tri Lestari itu.

Sidang kedua yang beragendakan jawaban gugatan itu, akhirnya harus diundur hingga pekan depan untuk memberikan kesempatan terakhir kepada Perusahaan. Sebagai Pekerja, Sarifudin dan kawan-kawan tidak mengetahui kabar dipailitkannya Direktur PT. Lingga Karisma Jaya, yang akhirnya berdampak pada operasional Perusahaan. “Secara tidak langsung, Lingga sendiri asetnya ada yang ikut dipailitkan, dan direktur tidak pernah datang ke Perusahaan,” tegas Jefry.

Dalam surat gugatan yang teregister dengan Perkara Nomor 55/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Srg itu, para Pekerja tidak hanya menuntut pembayaran uang pesangon, tetapi juga upah selama proses sejak Desember tahun lalu hingga persidangan di pengadilan, dan pembayaran uang paksa sebesar Rp1 juta perhari.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of