Type to search

Berita

Sandratex Tutup, Ratusan Pekerja Minta Pengadilan Sita Bangunan & Mesin

Share

Dapat dipastikan, penutupan Perusahaan selalu membawa dampak negatif bagi Pekerjanya. Termasuk kehilangan pekerjaan, bahkan tidak terbayarkannya kompensasi pesangon mereka.

Semenjak awal Desember 2018 lalu, PT. Sandratex Unit Rempoa, Tangerang Selatan menyatakan dirinya tutup dan tidak beroperasi lagi. Keadaan tersebut, memaksa sekitar 530 orang Pekerjanya melakukan unjuk rasa dibeberapa tempat, guna mendesak Pengusaha membayarkan uang kompensasi pesangon, jika hubungan kerja tak lagi dapat dipertahankan akibat tutup.

Upaya memaksa Pengusaha melalui Pemerintahan Kota Tangerang Selatan pada Januari 2019, juga tak menemukan hasil yang memuaskan. Akhirnya mereka meminta Dinas Tenaga Kerja untuk menerbitkan Anjuran sebagai syarat untuk mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Demikian dikatakan Muryanto, salah seorang perwakilan serikat pekerja, Rabu (8/5) kemarin seusai persidangan yang beragendakan Replik tersebut.

Ia menyayangkan tindakan Perusahaan yang belum bersedia membayarkan hak-hak Pekerjanya. “Sungguh miris sekali, kenapa pengusaha-pengusaha itu tidak langsung memberikan haknya (pekerja),” ujar Muryanto. Lebih lanjut dirinya mengatakan, Perusahaan kerap beralasan tidak memiliki kemampuan bayar.

Terhadap alasan tersebut, Muryanto bersama kawan-kawannya mengajukan gugatan pembayaran uang pesangon melalui PHI Pada Pengadilan Negeri Serang. Dalam gugatan yang teregister dengan Perkara Nomor 32/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Srg, Muryanto meminta Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Dewantoni untuk menghukum PT. Sandratex membayar kompensasi sesuai ketentuan perundang-undangan.

Selain itu, Muryanto juga meminta Majelis Hakim PHI Serang meletakkan sita jaminan atas harta benda milik PT. Sandratex, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Diantaranya bangunan, mesin, benang dan kain, sebagai jaminan apabila gugatan para Pekerja yang seluruhnya berjumlah Rp46,5 miliar.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *