Type to search

BERITA UTAMA

Sariguna Hadirkan Saksi, Pekerja Ungkap Kejanggalan

Share

Sidang lanjutan dalam perkara pemutusan hubungan kerja antara Rahmawati melawan PT. Sariguna Primatirta Tbk, kembali digelar Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, Senin (27/05/2019) kemarin.

Agenda persidangan yang dipimpin oleh Hakim Wasdi Permana itu, yakni mendengarkan keterangan seorang saksi bernama Nur Is’aini dari PT. Sariguna selaku Tergugat. Menurut Rahmawati yang turut hadir dalam persidangan tersebut, saksi yang merupakan staff kantor itu hanya menerangkan rekaman kehadiran Rahmawati saat dipindahtugaskan dari Citeurep, Bogor ke Cikarang, Bekasi.

Kuasa hukum Rahmawati, Singgih Darjo Atmadja mengungkapkan adanya bukti janggal yang ia pertanyakan kepada saksi. Bukti adanya surat elektronik (e-mail) yang berisi penghapusan tunjangan jabatan, dan digantikannya Rahma oleh pekerja lain, diduga sebagai strategi yang akan dilakukan oleh Perusahaan.

“Di tahun 2017, sebelum mutasi dilakukan. Ada dugaan skenario yang diciptakan yaitu adanya email yang intinya tunjangan jabatan dihapus, kemudian posisi dia (Rahmawati) digantikan oleh staff lain,” terang Singgih usai persidangan. Ia menduga, cara tersebut untuk mendorong Rahmawati mengajukan pengunduran diri.

Dugaan tersebut dikuatkan dengan adanya mutasi ke Bekasi pada tahun 2018. Kondisi Rahmawati yang memiliki tiga anak dan kondisi orangtuanya yang sedang sakit-sakitan, serta jarak tempuh dari rumahnya di Bogor ke Bekasi membutuhkan waktu tiga jam, menjadi alasan bagi Rahmawati menolak dimutasikan.

Menurut Singgih, seharusnya Perusahaan dalam bertindak harus mencerminkan nilai-nilai yang ada di dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Ia menyebut tindakan memutasikan Rahmawati, setidaknya harus melalui tahapan musyawarah. “Setiap adanya tindakan oleh managemen, semestinya dimusyawarahkan terlebih dahulu,” ujarnya.

Sebagai pekerja yang telah bermasa kerja 13 tahun, Rahmawati meminta Perusahaan untuk mempekerjakannya kembali ditempat semula, sesuai dengan anjuran dari Pegawai Mediator Hubungan Industrial pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor, ungkap Singgih. Sebelum sidang ditutup, Hakim Wasdi meminta para pihak untuk menyiapkan kesimpulan, yang harus diserahkan pada persidangan tanggal 10 Juni yang akan datang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *