Selasa, 19 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
78

Setelah Mendirikan Serikat Pekerja Malah Diberhentikan

Meski telah diatur larangan pemutusan hubungan kerja karena alasan yang terkait dengan didirikannya Serikat Pekerja, namun Pengusaha kerap gunakan alasan lain.

Masa perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak) telah berakhir, menjadi alasan bagi PT. Warrenty Industries dalam memberhentikan secara sepihak Muhammad Sukri dan kawan-kawan. Padahal menurut Lili Hambali selaku kuasa hukum Sukri, sebelum diberhentikan, para Pekerja terlebih dahulu menyampaikan pemberitahuan pendirian serikat pekerja.

“Seluruh pengurus (serikat pekerja) di-PHK, sejak tahu mereka mendirikan serikat pekerja langsung habis kontrak,” ujar Lili usai menghadiri persidangan dalam perkara yang diregister dengan Nomor 94/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Bdg itu, Senin (13/05/2019) kemarin. Atas tindakan tersebut, Lili telah melaporkannya ke Dinas Tenaga Kerja.

Menanggapi laporan itu, Dinas Tenaga Kerja menganjurkan agar PT. Warrenty memberikan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak sebesar satu kali undang-undang. Lebih lanjut Lili mengatakan, pihaknya menolak anjuran tersebut, dan kemudian meminta PHI untuk memerintahkan Perusahaan mempekerjakan kembali Sukri beserta kawan-kawannya yang telah diberhentikan sepihak.

Lili juga menilai, perjanjian kerja kontrak yang dibuat Perusahaan, telah tidak memenuhi Pasal 59 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. “Kontrak pertama itu tiga bulan, kontrak kedua enam bulan, ada tiga bulan lagi, kadang ada yang sampai satu tahun,” terangnya. Sehingga ia berkesimpulan, seharusnya status hubungan kerja Sukri dan kawan-kawan adaalah pekerja tetap.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of