Jumat, 20 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
42

Terlambat Bayar Upah, Perusahaan Tambang Digugat Bayar Pesangon

Pengusaha yang terlambat membayar upah selama 3 (tiga) bulan berturut-turut atau lebih, maka Pekerja dapat mengajukan permohonan pemutusan hubungan kerja ke Pengadilan.

Rangga Yuliady dan Ade Irmawan menggugat PT. Globalindo Pandu Sinergi ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, setelah Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan tersebut, dianggap terlambat dalam membayar upah sejak bulan Februari hingga Juni 2018.

Dalam gugatan yang diregister dengan Perkara Nomor 158/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst dan Nomor 159/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst tersebut, keduanya menuntut pembayaran uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak, serta tunjangan hari raya tahun 2018. Keduanya juga meminta agar Majelis Hakim PHI Jakarta Pusat yang diketuai oleh Hakim Taryan, menghukum Perusahaan membayar upah selama tidak lagi dipekerjakan sejak Mei 2018.

Kuasa hukum kedua Pekerja, Ferly Parutungan mengatakan dalam persidangan yang kali kedua digelar, Senin (20/05/2019) kemarin, Perusahaan kembali tidak hadir. Dalam persidangan sebelumnya yang dijadwalkan Senin pekan lalu, PT. Globalindo juga tidak menghadiri panggilan Pengadilan.

“Hari ini sidangnya untuk mempertanyakan tanggapan dari mereka (Perusahaan) tapi tidak datang,” ujar Ferly usai persidangan. Menurutnya, sidang akan kembali digelar pada Senin, 27 Mei yang akan datang, dengan agenda pembacaan jawaban dari Perusahaan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of