Rabu, 20 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
158

Tok! Gugatan THR & Bonus Ditolak, Pekerja Sukanda Djaya Akan Kasasi

Dinilai sebagai bentuk pemberian yang bersifat pribadi, Majelis Hakim anggap tidak lagi diberikannya Bonus bukan menjadi kewajiban korporasi.

Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, yang diketuai oleh Hakim Wasdi Permana, Senin (13/05/2019) kemarin, menolak seluruhnya gugatan Alexander W Harsono terhadap PT. Sukanda Djaya. “Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya,” ujar Wasdi membacakan amar putusan dalam perkara yang teregisterasi dengan Nomor 27/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Bdg tersebut.

Menurut Sisca Lisa Siagian selaku kuasa hukum Harsono, yang menjadi dasar dan alasan Majelis Hakim dikarenakan adanya perjanjian baru yang telah ditanda-tangani. Sehingga terhadap Surat Perjanjian Kerja (SPK) yang lama terkait pengaturan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), haruslah dikesampingkan. Lebih lanjut ia juga mengatakan, dengan adanya peraturan yang baru maka peraturan yang lama haruslah dikesampingkan (lex posterior derogate lex prior).

Tak hanya itu, tuntutan terhadap pembayaran bonus yang biasanya pernah diberikan. Tidak dianggap sebagai pemberian dari korporasi Perusahaan Sukanda Djaya. Tetapi dianggap sebagai pemberian yang bersifat pribadi. “Jelas-jelas ini ranah pekerjaan, tapi kenapa itu dianggap sebagai pemberian pribadi direktur,” ungkapnya Sisca mengemukakan alasan kekecewaannya dan berniat untuk mengajukan upaya hukum kasasi.

Harsono terpaksa menggugat PT. Sukanda Djaya, karena Perusahaan tempatnya bekerja selama delapan tahun itu, tidak lagi memberikan THR dan Bonus sejak lima tahun yang lalu. Atas hal tersebut, Harsono mengajukan pengunduran diri dan membawa persoalan tersebut ke PHI Bandung, dengan tuntutan senilai Rp1 miliar lebih.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of