Jumat, 15 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
170

Tutup Sepihak, Pekerja PT. Dada Tempuh Jalur Hukum

Sejak 31 Oktober 2018 lalu, PT. Dada Indonesia secara tiba-tiba menyatakan dirinya tutup, dan tidak lagi mempekerjakan Pekerjanya hingga kini. Alasan tutup, tidak diketahui secara jelas. Kala itu, pabrik yang berlokasi di Sadang, Bungursari, Purwakarta tersebut, hanya menegaskan alasan tutupnya pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham.

Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung kembali menggelar sidang gugatan pemutusan hubungan kerja antara Elni Susanti dan kawan-kawan (140 orang) melawan PT. Dada Indonesia, Senin (27/05/2019) kemarin. Dalam keterangannya usai persidangan, Elni yang juga sebagai Ketua Serikat Pekerja mengatakan, upaya untuk menyelesaikan perselisihan sudah dilakukan hingga tingkat mediasi di Dinas Tenaga Kerja.

Namun upaya tersebut, buntu. Sebab Perusahaan hingga kini tidak bersedia membayarkan uang kompensasi pesangon yang telah diatur oleh ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Menurut Elni, PT. Dada pernah menawarkan kompensasi, tetapi besarannya tidak sesuai dengan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

“Sampai saat ini ada kompensasi yang ditawarkan oleh Perusahaan, namun ada juga yang masih berjuang,” ujar Elni ketika dikonfirmasi upaya perdamaian yang dilakukan oleh Perusahaan. Ia juga mengatakan, data perijinan yang tercatat di Dinas Tenaga Kerja, PT. Dada masih aktif belum tutup.

Dalam sidang sebelumnya yang dipimpin oleh Hakim Wasdi Permana, Perusahaan rencananya akan menghadirkan saksi. Namun persidangan akan ditunda pada tanggal 10 Juni yang akan datang, karena saksi yang hendak dihadirkan tidak bisa datang. “Agenda sidang hari ini harusnya saksi dari Perusahaan, tapi sanksinya nggak bisa hadir,” ujar Elni.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of