Senin, 22 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
28

Bekerja 43 Tahun, Tanah dan Gedung Perusahaan Diminta Disita Untuk Bayar Pesangon

Jakarta, Buruh-Online.com – Sebanyak 72 orang Pekerja PT. Sawah Besar Farmasi, meminta Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, untuk menyatakan tanah dan bangunan milik Perusahaan Farmasi yang teletak di Jalan Way Besai, Tanjung Duren, Jakarta itu, diletakkan sita sebagai jaminan pelaksanaan atas pembayaran uang pesangon.

Hal tersebut menjadi salah satu tuntutan dalam surat gugatan yang diajukan oleh Bagus Setiawan dan kawan-kawan, terhadap PT. Sawah Besar Farmasi. Sebab Setiawan menilai, Perusahaan dalam memutuskan hubungan kerja diri dan kawan-kawannya, dilakukan tanpa adanya putusan pengadilan. Demikian dikatakan Rolas Tampubolon selaku kuasa hukum para Pekerja sesaat setelah menghadiri persidangan, Senin (17/06/2019).

Menurut Rolas, pihaknya telah berupaya untuk menyelesaikan permasalahan pemutusan hubungan kerja yang dialami para Pekerja dengan Perusahaan. “Kita sudah mengajukan bipartit ke Perusahaan, dan mengajukan mediasi tapi Perusahaan tidak pernah hadir,” ujar Rolas. Ia dalam surat gugatannya juga menguraikan kewajiban bagi PT. Sawah Besar Farmasi untuk membayar uang pesangon, penghargaan masa kerja dan penggantian hak, serta cuti yang belum dibayar.

Tuntutan tersebut, dianggap Rolas telah sesuai dengan isi anjuran dari Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Administrasi Jakarta Selatan. Dalam surat gugatan yang diregister dengan Perkara Nomor 167/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst, dari 72 orang Pekerja yang menjadi Penggugat, ada 12 Pekerja yang telah bermasa kerja selama 30 hingga 43 tahun.

“Alasannya efisiensi, pengurangan karyawan tapi sampai sekarang karyawan juga belum menerima hak-haknya, berupa pesangon, penggantian masa kerja dan juga uang penggantian hak,” ujar Rolas. Ia menjelaskan, ke-72 Pekerja telah tidak dipekerjakan Perusahaan yang memiliki cabang di Bandung, Solo, Semarang dan Surabaya itu, terhitung sejak dua tahun lalu.

Rencananya sidang akan dilanjutkan kembali pada Senin, 24 Juni yang akan datang dengan agenda pemeriksaan identitas para pihak. Sebab menurut Rolas, pihak PT. Sawah Besar Farmasi telah dua kali tidak hadir memenuhi panggilan sidang.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of