Jumat, 20 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
131

Dianggap Habis Kontrak, Suci Ingin Hansae Pekerjakan Kembali Dirinya

Jakarta, Buruh-Online.com – Dua pekan lagi, hubungan hukum antara Suci Ceriah melawan PT. Hansae Indonesia Utama akan segera diputus oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Demikian dikatakan Ebit Pardede, kuasa hukum Suci, sesaat usai persidangan yang beragendakan kesimpulan, Rabu (26/06/2019).

Suci yang mengaku sudah bekerja selama tiga tahun itu, meminta agar Majelis Hakim menyatakan hubungan kerjanya dengan PT. Hansae tidak terputus, dan mewajibkan Perusahaan untuk mempekerjakan kembali dirinya pada jabatan atau posisi semula sebagai operator mesin jahit. “Sesuai petitum gugatan, kami ingin dipekerjakan kembali,” ujar Pardede.

Tak hanya itu, Suci juga menuntut agar Perusahaan membayar upah selama tidak dipekerjakan sejak bulan September 2018 sampai dengan Januari 2019. Bahkan Suci meminta Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim M. Djoenanidie, untuk menghukum Perusahaan membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp3juta perhari, apabila dikemudian hari tidak bersedia menjalankan putusan pengadilan.

Dikatakan Pardede, pihaknya mengakui bahwa selama bekerja, Suci diperjanjikan dengan waktu tertentu. Tetapi pada persidangan sebelumnya, ia telah menyampaikan bukti Nota Pemeriksaan Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan, yang menyatakan perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak) yang diberlakukan PT. Hansae bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan.

“Dinas (Tenaga Kerja) telah mengeluarkan Nota sebanyak dua kali, bahwa Perusahaan seperti (Hansae) garment itu tidak boleh ada perjanjian kerja waktu tertentu,” tegas Pardede.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of