Rabu, 18 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
82

Dianggap Miliki Utang Kekurangan Upah, HRD Ajukan Gugatan ke Pengadilan

Jakarta, Buruh-Online.com – PT. Indo Persada Abadi dianggap Eddy Kustantono belum memberikan kekurangan upah, yang seharusnya ia terima selama delapan belas bulan. Menurut kuasa hukumnya, Lukman Mahdami mengatakan, selisih kekurangan upah tesebut timbul, akibat penggabungan pembayaran upah dan akomodasi perjalanan dinas selama bekerja.

Sehingga, dikatakan Lukman, penggabungan itu mengakibatkan adanya selisih sebesar Rp75,6 juta yang belum diberikan oleh PT. Indo Persada Abadi. “Penggantian ongkos-ongkos yang sudah digunakan, ditagihkan. Namun pembayarannya dibarengi dengan gaji yang semestinya diterima sebagai Pekerja,” ujarnya usai gelaran persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (24/06/2019).

Selain itu, Eddy yang diposisikan sebagai HRD, juga meminta agar Majelis Hakim PHI Jakarta Pusat, mengabulkan tuntutannya dengan pembayaran uang pesangon dan penggantian hak, akibat pengakhiran hubungan kerja sepihak yang dilakukan Perusahaan. Menurut Lukman, pihaknya telah berupaya untuk menyelesaikan perselisihan tersebut, baik secara musyawarah maupun melalui perantaraan Pegawai Mediator di Dinas Tenaga Kerja Jakarta Timur, namun tidak berhasil.

Dalam persidangan pada Senin, pekan lalu. Pihak PT. Indo Persada Abadi tidak hadir, sehingga agenda sidang kedua pada pekan ini, terlebih dahulu Majelis Hakim yang diketuai olah Hakim Duta Baskara memeriksa identitas dari kuasa hukum Perusahaan. “Agenda sidang selanjutnya, kami menunggu jawaban dari Tergugat,” terang Lukman.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of