Senin, 22 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
11

Dikontrak Lima Tahun, Baru Tiga Tahun Bekerja Diberhentikan Sepihak

Jakarta, Buruh-Online.com – Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (20/06/2019) menggelar sidang perdana perselisihan pemutusan hubungan kerja antara Yayasan Kesehatan PGI Cikini melawan Pekerjanya. Diwakili oleh kuasa hukumnya, Dian Nugrahaeni, seorang Pekerja Yayasan tidak terima diberhentikan secara sepihak. Lantaran ia sejak awal diperjanjikan kerja waktu tertentu (kontrak) selama lima tahun.

Sedangkan dirinya bekerja sebagai Direktur Keuangan di Yayasan tersebut, baru tiga tahun. “Sebelum kontrak berakhir, beliau diberhentikan dengan alasan restrukturisasi. Sehingga kami meminta Yayasan untuk membayar sisa dari kontrak,” ujar Dian saat ditemui usai persidangan yang beragendakan pemeriksaan pendahuluan itu.

Sebelumnya, lanjut Dian, pihaknya menolak anjuran dari Dinas Tenaga Kerja yang tidak mewajibkan Yayasan untuk membayarkan sisa kontrak. “Karena kontraknya langsung lima tahun itu dianggap tidak sah, sehingga dianggap bukan Pekerja waktu tertentu (kontrak) namun menjadi Pekerja waktu tidak tertentu (tetap),” tambahnya. Padahal, dikatakan Dian, ia meminta Dinas Tenaga Kerja untuk menetapkan kewajiban pembayaran ganti rugi yang besarannya setara dengan upah selama 2 tahun bekerja.

Namun petitum dalam surat gugatannya yang diregister dengan Perkara Nomor 177/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst., Pekerja meminta agar Majelis Hakim PHI Jakarta menghukum Yayasan untuk membayar uang kompensasi pengakhiran hubungan kerja, ditambah dengan iuran jaminan hari tua serta pensiun, dan pembayaran tunjangan hari raya tahun 2018. Ia juga meminta agar rekening bank milik Yayasan Kesehatan PGI Cikini diletakkan sita, untuk menjamin pembayaran uang pesangon, apabila PHI Jakarta Pusat mengabulkan gugatannya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of