Minggu, 22 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
203

Dilaporkan Orang Tua Siswa, Guru Pembimbing Diberhentikan Tanpa Putusan Pengadilan

Jakarta, Buruh-Online.com – Tak terima diberhentikan secara sepihak sejak Oktober 2018 tanpa putusan pengadilan, Rina Istiati yang baru bekerja selama dua tahun itu akhirnya menggugat Yayasan Halim Tirtamadja ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dalam surat gugatan yang diregister dengan Perkara Nomor 112/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst itu, Rina menuntut selisih pembayaran kekurangan upahnya.

Ia mendasarkan gugatannya tersebut, pada besaran upah yang sudah dituangkan ke dalam perjanjian kerja yang telah disepakati bersama dengan Pihak Yayasan, yang berjumlah Rp40,6 juta. Memerintahkan Tergugat untuk melaksanakan kewajibannya sesuai dengan perjanjian kerja yang disepakati antara Penggugat dengan Tergugat dan selisih kekurangan upah, demikian bunyi petikan petitum dalam surat gugatan Rina bertanggal 25 Maret 2019 itu.

Dikatakan kuasa hukum Rina, Rini Febrinawati S.H., M.Kn., Rabu (26/06/2019) seusai menghadiri persidangan yang beragendakan penyerahan duplik dan bukti surat tersebut, pemberhentian Rina bermula dari adanya kesalahpahaman yang dialami orangtua siswa. Rina yang kala itu hendak menegakkan aturan disiplin, dinilai telah melakukan tindakan yang seharusnya tidak dilakukan.

Lebih lanjut dijelaskan Rini, sebagai guru pembimbing konseling, Rina menganggap dirinya memiliki kewenangan untuk menilai sikap siswa dan penegakkan disiplin. “Ada satu hal kejadian yang sebenarnya salah paham, tapi dianggapnya itu sebagai (sikap) kasar. Oleh karena itu, orang tua siswanya gak terima dan membuat laporan yang belum ada putusan tetapi pihak sekolah sudah melakukan PHK,” ujar Rini.

Sebelum menutup persidangan, Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim M. Djoenanidie meminta kepada Pihak Yayasan Halim Tirtamadja, untuk mempersiapkan bukti surat yang harus diserahkan pada Rabu, pekan depan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of