Jumat, 20 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
88

Dirumahkan Tanpa Dibayar Upahnya, Tiga Pekerja Ini Gugat Perusahaan Ratusan Juta

Merasa diperlakukan tidak adil, tiga orang Pekerja PT. Parba Nusantara yakni Gandi, Tawakal dan Deryandri mendaftarkan gugatan perselisihan pemutusan hubungan kerja sejak 12 Februari 2019 lalu ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pada awalnya, mereka dirumahkan oleh Perusahaan sejak tahun 2018 lalu. Namun selama dirumahkan, upah mereka tidak dibayarkan, terang Haris Isbandi selaku kuasa hukum ketiga Pekerja.

Perusahaan juga tidak menjelaskan batas waktu mereka dirumahkan, hanya menyatakan sedang defisit keuangan. “Awalnya mereka dirumahkan tanpa ada kepastian kapan selesainya dan tanpa ada upah selama dirumahkan,” ujar Haris, Rabu (12/06/2019) kemarin. Karena tak ada kepastian batas waktu dirumahkan, ketiganya menolak dan berujung pada penawaran uang kompensasi pemutusan hubungan kerja.

“Akhirnya yang tadi dirumahkan berubah menjadi tawaran kompensasi, yang masa kerja lima tahun satu bulan upah, untuk yang sepuluh tahun diberikan dua bulan upah,” tutur Haris seusai persidangan yang beragendakan duplik dari PT. Parba. Tawaran tersebut, juga ditolak oleh Gandi dan kawan-kawan.

Dalam surat gugatan yang diregister dengan Perkara Nomor 51/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst, PT. Parba Nusantara digugat untuk membayar uang pesangon sebesar dua kali ketentuan undang-undang atau setara dengan Rp334,7 juta. Tak hanya itu, Parba juga dituntut pembayaran upah sebesar lima bulan terhitung sejak Agustus 2018 sampai dengan Februari 2019.

Sebelum menutup persidangan, Hakim M Djoenanidie yang memimpin jalannya persidangan, memberikan kesempatan sekali lagi kepada PT. Parba yang seharusnya dalam sidang kali ini telah menyerahkan duplik, untuk menanggapi replik dari Pihak Pekerja pada Rabu pekan depan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of