Senin, 22 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
9

Hadirkan Dua Saksi Ahli, Perusahaan ‘Ogah’ Bantu Potong Iuran Serikat Pekerja

Jakarta, Buruh-Online.com – Lanjutan sidang gugatan perselisihan kepentingan yang digelar oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (17/06/2019) memasuki tahap mendengarkan keterangan saksi ahli yang dihadirkan oleh PT. Central Mega Kencana, yaitu Widodo Suryono dan Maulana dari Universitas Indonesia (UI).

Kasus tersebut, bermula dari tindakan Perusahaan yang menolak membantu pemotongan upah Pekerja untuk pembayaran iuran serikat pekerja. Padahal, sebelumnya sudah pernah ada kesepakatan antara Serikat Pekerja bersama Pengusaha, yang menyepakati pelaksanaan bantuan pemotongan iuran apabila telah mempunyai rekening bank dan surat kuasa dari anggota.

“Inikan tidak ada hubungannya dengan pengeluaran Perusahaan, kami hanya meminta jasa Perusahaan memotong iuran, seperti pemotongan iuran koperasi,” ujar Tohenda salah satu kuasa hukum pihak Pekerja. Ia juga mempertanyakan tindakan Perusahaan yang berkemauan membantu pemotongan iuran koperasi, namun enggan membantu Serikat Pekerja.

Menurutnya, Senin (17/06/2019), kedua saksi ahli yang dihadirkan Perusahaan, hanya bertitik tolak pada kata ‘dapat’, yang diartikan sebagai bukan kewajiban. Padahal, tujuan bantuan dari pemotongan iuran adalah untuk efektifitas hubungan industrial antara Pekerja dan Perusahaan.

Rencananya sidang dalam Perkara Nomor 99/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst itu, akan kembali digelar oleh Hakim Duta Baskara selaku Ketua Majelis Hakim PHI Jakarta Pusat pada pekan depan, untuk menyerahkan kesimpulan dari para pihak.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of