Rabu, 24 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
7

Keberatan Dihukum Rp1,5 Miliar, Perusahaan Ini Ajukan Gugatan Verzet

Jakarta, Buruh-Online.com – PT. PPA Consultant mengajukan gugatan perlawanan (verzet) atas Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 294/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst., yang telah diucapkan pada 7 Januari 2019 yang lalu. Dalam amar putusan tersebut, Perusahaan dihukum untuk membayar uang kompensasi pemutusan hubungan kerja kepada Amat Slamet, dkk (13 orang).

Tak hanya itu, PT. PPA juga diwajibkan membayar upah proses dan tunjangan hari raya tahun 2018, dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp1,5 miliar. Dalam perkara tersebut, PHI Jakarta Pusat dalam amar putusannya, juga menyatakan telah berusaha memanggil PT. PPA Consultant sebanyak empat kali, yakni tanggal 25 Oktober 2018, tanggal 1 Nopember, 8 Nopember dan 15 Nopember 2018, namun tidak pernah hadir.

Menurut Jethro Pelenkahu, kuasa hukum Amat Slamet menceritakan pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh Perusahaan terjadi pada tahun 2018 lalu. “Jadi gugatan kami daftarkan pada bulan Oktober 2018,” jelasnya.

Terhadap ketidakhadiran PT. PPA tersebut, PHI Jakarta Pusat mengabulkan sebagian gugatan Amat Slamet dan kawan-kawannya dengan verstek (tanpa kehadiran Tergugat). Dalam ketentuan Pasal 129 HIR, dimungkinkan bagi pihak Tergugat yang dihukum karena ia tidak hadir untuk mengajukan gugatan perlawanan atas putusan dalam perkara dimaksud, paling lambat 14 hari setelah pemberitahuan putusan kepadanya.

Dalam sidang perlawanan, Kamis (20/06/2019), salah satu kuasa hukum Amat Slamet, dkk, Yunofandi mengatakan pihaknya tidak mengajukan bukti-bukti. “Agenda sidang kali ini saksi dan bukti, tapi karena bukti telah disampaikan pada persidangan lalu, jadi tidak lagi mengajukan bukti dan saksi,” ujarnya seusai persidangan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of