Rabu, 18 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
94

Kesal Dianggap Bukan Sebagai Pekerja, Awak Sopir Tangki Gugat Perusahaan Sadikun

Jakarta, Buruh-Online.com – Melalui kuasa hukumnya, Mesry Rumahorbo, 14 orang sopir tangki menggugat PT. Sadikun Niagamas Raya ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang telah didaftarkan sejak 11 Februari 2019 lalu. Menurut Mesry, Adi Purnomo dan kawan-kawan dianggap oleh Perusahaan bukanlah sebagai Pekerja tetapi hubungan kemitraan.

“Dari awal tidak ada perkataan kemitraan tapi tiba-tiba pada Mei 2018 itu, mereka diberitahukan hubungan kerjanya adalah kemitraan,” ujar Mesry, Rabu (19/06/2019) seusai menghadiri persidangan yang beragendakan penyerahan bukti tertulis dari PT. Sadikun Niagamas Raya.

Ia menceritakan, kecewa dengan anjuran dari Suku Dinas Tenaga Kerja. Dikatakannya, lanjut Mesry, para awak sopir tangka tersebut dinyatakan tidak ada hubungan kerja, karena dianggap sebagai hubungan kemitraan. Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab Adi Purnomo, dkk mengajukan gugatan ke PHI Jakarta Pusat.

Dalam surat gugatannya yang diregisterasi dengan Nomor Perkara 46/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst., keempat belas awak sopir tangki itu, meminta Majelis Hakim untuk menyatakan hubungan kerja mereka dengan PT. Sadikun dikualifikasi sebagai Pekerja sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

Mereka juga menuntut, dengan adanya tindakan pemutusan hubungan kerja sejak Mei 2018, maka PT. Sadikun dinilai berkewajiban untuk memberikan uang kompensasi pesangon kepada Adi Purnomo dan kawan-kawan yang rata-rata telah bekerja belasan tahun itu, dengan jumlah keseluruhannya sebesar Rp1,2 miliar.

Selain itu, jelas Mesry, gugatan yang serupa juga ditujukan kepada PT. Sadikun LPG Tiga KG melawan Sabarudin dan kawan-kawan yang berjumlah lima orang. Dalam surat gugatan yang beregister 47/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst., PT. Sadikun LPG dianggap telah melakukan efisiensi dan akibatnya wajib memberikan uang kompensasi pesangon dengan perhitungan dua kali ketentuan perundang-undangan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of