Rabu, 18 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
99

Masa Jeda Kontrak Ketiga Hanya Seminggu, Pekerja Anggap Tidak Sah

Jakarta, Buruh-Online.com – Setelah gagal mencapai kata mufakat dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial, akhirnya Achmad Syahroni meminta Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, untuk menjatuhkan putusan yang menyatakan tidak sah Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (kontrak) yang dibuat oleh PT. Kamadjaja Logistics.

Sebab, menurut Syahroni yang diwakili oleh kuasa hukumnya, Jandry Luhukay, Kamis (20/06/2019) mengatakan, PT. Kamadjaja memberlakukan perjanjian kerja kontrak sebanyak tiga kali. Padahal, lanjut Jandry, kebolehan menerapkan kontrak hanya dua kali. “Dalam Pasal 59 (Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003), kontrak itu paling lama tiga tahun, paling banyak dua kali, dia (PT. Kamadjaja) kontrak tiga kali,” ujar Jandry usai persidangan, Kamis (20/06/2019).

“Karena tiga kali kontrak, dia tidak langsung memperpanjang, dia seminggu baru perpanjang tanpa pemberitahuan,” jelasnya. Tindakan tersebut, menurut Jandry merupakan pelanggaran Pasal 59 Undang-Undang Ketenagakerjaan, dan hubungan kerjanya berubah menjadi pekerja tetap dengan keharusan bagi PT. Kamadjaja untuk mempekerjakan kembali Syahroni ditempat semula.

Atas pertimbangan tersebut, Syahroni dalam surat gugatannya yang teregister dengan Perkara Nomor 172/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst., menuntut perjanjian kerja kontrak yang ketiga untuk periode waktu kerja tanggal 13 Mei 2017 hingga 10 Juli 2018, dinyatakan tidak sah dan batal demi hukum. Selain itu, ia juga meminta agar Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Yuzaida, menghukum PT. Kamadjaja untuk membayar upah selama tidak dipekerjakan sejak Agustus 2018 hingga Januari 2019, yang besaran keseluruhannya Rp43,7 juta.

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] telah diberitakan sebelumnya, Syahroni menuntut perjanjian kerja kontrak dinyatakan tidak sah dan demi hukum berubah […]