Rabu, 24 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
20

Odira Tak Bisa Mengelak, Pekerja Ajukan Bukti Pernyataan Pengakuan Utang Upah

Jakarta, Buruh-Online.com – Asas ‘actori incumbit probatio’ yang dimaksud Pasal 163 HIR, selalu melekat dalam hukum pembuktian perkara perdata, agar siapa-siapa yang mendalilkan sebuah peristiwa maka dia juga yang harus membuktikannya. Atas asas itulah, Andi Manurung dan kawan-kawan (9 orang) sebagai penggugat dalam perkara perselisihan hubungan industrial, mengajukan sejumlah bukti surat ke hadapan Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (26/06/2019).

Dikatakan kuasa hukumnya, Aziz Purnayuda, pihaknya telah menyampaikan beberapa bukti surat, khususnya untuk membuktikan bahwa PT. Odira Energy Karang Agung masih memiliki kewajiban pembayaran kekurangan upah sejak tahun 2014 sebesar Rp5,4 miliar. “Kami berikan surat pernyataan dari Perusahaan yang mengakui memang adanya kekurangan pembayaran gaji sebelum-sebelumnya,” ujar Aziz.

Selain itu, bukti-bukti yang lain disampaikan oleh Aziz, diantaranya rekening koran bank milik Andi dan kawan-kawan pada saat sebelum dan sesudah dilakukannya pemotongan upah. Bukti tersebut, menurut Aziz, sangat dibutuhkan untuk membuktikan besaran upah yang mereka terima setiap bulannya. Sebab, lanjut Aziz, bukti tersebut diberikan karena PT. Odira tidak pernah memberikan slip gaji.

Seperti yang telah pernah diberitakan sebelumnya, PT. Odira Energy Karang Agung dianggap memiliki kewajiban untuk membayar upah tertunda kepada kesembilan Pekerjanya, yakni Andi Manurung, Ardi Widodo, Heni Rohayati, Heri Sunandar, Martha Juliani, Purwandi, Setio Wibowo, Tjahyadi Arietadi dan Yuni Karyuana. Agar gugatannya tak menjadi sia-sia, mereka juga meminta Pengadilan menetapkan sita jaminan (conservatoir beslag) terhadap dua rekening Bank Mandiri milik PT. Odira.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of