Jumat, 13 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
132

Setelah Dua Kali Ditunda, Akhirnya Pabrik Naga Dihukum Bayar Miliaran Rupiah

Jakarta, Buruh-Online.com – Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang diketuai oleh Hakim Taryan, Senin (24/06/2019) akhirnya menghukum PT. Naga Mulia Putra Perkasa untuk membayar kepada Sarnah dan kawan-kawan (40 orang) berupa uang pesangon, uang penghargan masa kerja dan penggantian hak, serta upah selama tidak dipekerjakan sejak bulan Juli 2018.

“Jadi, pengadilan mengabulkan sebagian dalil gugatan kami,” ujar Ofis Renaldo, salah satu kuasa hukum Sarnah dan kawan-kawan usai menghadiri persidangan yang beragendakan pembacaan putusan dalam Perkara Nomor 31/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst tersebut. Dalam surat gugatannya, Sarnah meminta PHI Jakarta Pusat untuk menghukum Perusahaan membayar kompensasi pesangon sebesar Rp5,1 miliar.

Efendi selaku kuasa hukum yang mendampingi Sarnah, mengatakan hanya uang cuti yang tidak dikabulkan oleh Majelis Hakim. “Yang dikabulkan uang pesangon, uang penggantian masa kerja, uang penggantian hak, dikabulkan semuanya. Sedangkan yang tidak dikabulkan mengenai cuti,” terangnya didampingi beberapa perwakilan pekerja yang hampir seluruhnya adalah ibu-ibu itu.

Atas putusan tersebut, Ofis berharap, PT. Naga Mulia tidak mengajukan upaya hukum kasasi. Sebab, perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja itu telah berlangsung selama lebih dari satu tahun. “Kami masih menunggu upaya hukum yang akan mereka lakukan, apakah mereka kasasi atau tidak? Kami mengharapkan Perusahaan tidak kasasi,” terangnya.

Namun jika Perusahaan hendak melakukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung (MA), Ofis menjelaskan, pihaknya akan mengajukan kontra memori kasasi untuk membantah keberatan Perusahaan. Selain itu, Efendi menyayangkan ketidakhadiran kuasa hukum PT. Naga Mulia dalam sidang pembacaan putusan tersebut.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of