Senin, 22 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
11

Tak Pernah Terima Surat Panggilan Bekerja, Pengadilan Kualifikasi Mengundurkan Diri

Bandung, Buruh-Online.com – Kuasa hukum Rahmawati, Singgih Darjo Atmadja menyanggah pertimbangan hukum Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, yang luput dalam mempertimbangkan ketiadaan surat panggilan bekerja dari PT. Sariguna Primatirta. Padahal menurut Singgih, dengan tidak adanya panggilan kepada Rahmawati untuk bekerja, maka syarat mangkir dan dapat dianggap mengundurkan diri menjadi tidak terpenuhi.

“Banyak bukti-bukti yang dikesampingkan, Ibu Rahmawati tidak pernah menerima surat panggilan,” terang Singgih, Senin (24/06/2019) usai menghadiri sidang pembacaan putusan dalam Perkara Nomor 46/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Bdg tersebut. Bukti-bukti yang disampaikan oleh PT. Sariguna, tidak tertera tanda tangan Rahmawati. Sehingga Singgih menduga adanya rekayasa dalam kasus tersebut, sebagai alasan untuk dapat memutuskan hubungan kerjanya dengan Rahmawati.

Dikatakan Singgih, Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Wasdi Permana hanya menghukum PT. Sariguna membayar uang penggantian hak kepada Rahmawati. Lantaran Pekerja yang telah bekerja selama 13 tahun itu, dianggap tidak memenuhi kewajibannya bekerja ditempat yang baru, yakni di Bekasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rahmawati menolak untuk dipindahtugaskan dari Pabrik Bogor ke Bekasi. Alasannya, ia memiliki tiga anak dan kondisi orangtuanya yang sedang sakit-sakitan, serta jarak tempuh dari rumahnya di Bogor ke Bekasi yang membutuhkan waktu tiga jam. “Karena menolak itu, akhirnya Perusahaan menganggap Pekerja mengundurkan diri dan seolah-olah Perusahaan berdalih telah memanggil sebanyak tiga kali. Padahal Pekerja tidak pernah menerima panggilan,” ujar Singgih.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of