Senin, 22 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
4

Tujuh Kali Tak Hadiri Sidang, Alamat Perusahaan Dianggap Tidak Jelas

Jakarta, Buruh-Online.com – Sejak sidang pertama digelar pada 10 April 2019 lalu, PT. Best Communication Indonesia tidak pernah menghadiri panggilan sidang Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang dilayangkan kepadanya. Pasalnya, menurut Hakim M. Djunanidie, alamat Perusahaan tidak jelas.

Lerry Jensyah dan kawan-kawan (29 orang) selaku Penggugat, pada persidangan 8 Mei 2019, telah memberikan alamat baru kepada Majelis Hakim. Namun Perusahaan tetap tidak hadir. Menurut Sri Yulianti selaku kuasa hukum Lerry, awalnya Perusahaan berkedudukan di Cempaka Mas, Jakarta Pusat. Tetapi alamat yang terdaftar pada Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) berada di Gedung Standard Chartered, Jakarta Selatan.

“Alamat dalam gugatan-kan di Cempaka Mas, ternyata sudah bubar Perusahaannya. Kemudian kalau sesuai dengan alamat yang terdaftar di AHU, alamatnya di Standard Chartered. Ternyata Majelis Hakim sudah sampaikan panggilan kesana juga, tetapi tidak ada,” ujar Yulianti, Rabu (19/06/2019) sesaat seusai persidangan.

“Kami juga sudah menghubungi Direkturnya, tetapi mereka saling lempar tanggung jawab,” lanjut Yulianti. Terhadap fakta tersebut, akhirnya Hakim M. Djunanidie memutuskan untuk melanjutkan tahapan persidangan, yakni dengan mengagendakan pemeriksaan bukti-bukti dari Lerry.

Dalam surat gugatannya yang diregister dengan Perkara Nomor 102/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst, Lerry meminta agar Majelis Hakim menghukum PT. Best Communication dengan membayar uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak, yang seluruhnya berjumlah sebesar Rp3,4 miliar.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of