Rabu, 20 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
155

Upah Tertunda, Sembilan Pekerja Minta Pengadilan Sita Rekening Perusahaan

PT. Odira Energy Karang Agung dianggap memiliki kewajiban untuk membayar upah tertunda sebesar Rp4,2 miliar kepada kesembilan Pekerjanya, yakni Andi Manurung, Ardi Widodo, Heni Rohayati, Heri Sunandar, Martha Juliani, Purwandi, Setio Wibowo, Tjahyadi Arietadi dan Yuni Karyuana. Agar gugatannya tak menjadi sia-sia, mereka juga meminta Pengadilan menetapkan sita jaminan (conservatoir beslag) terhadap dua rekening Bank Mandiri milik PT. Odira.

Melalui kuasa hukumnya, Andi Manurung dan kawan-kawan mendalilkan Perusahaan telah tidak membayar penuh upahnya sejak Nopember 2014 hingga Juni 2018. “Mereka (Perusahaan) memutuskan untuk memotong gaji beberapa karyawan termasuk kesembilan orang, padahal kondisi keuangan Perusahaan sedang stabil,” ujar Aziz Purnayuda, Rabu (12/06/2019) kemarin.

Terhadap pemotongan upah tersebut, PT. Odira pernah berjanji akan mengambalikan besaran upah yang dipotongnya saat kondisi perusahaan membaik. “Pada kenyataannya, hingga sekarang dibayar secara tidak full juga,” terang Aziz seusai persidangan yang digelar Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dalam surat gugatan yang diregister dengan Perkara Nomor 87/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst, besaran upah Andi dan kawan-kawan pada Periode Desember 2015, jika dibandingkan dengan besaran upah yang Perusahaan tetapkan pada bulan Juni 2018, terdapat perbedaan. Semisal Andi Manurung, dari semula upahnya sebesar Rp13,5 juta perbulan di 2015 menjadi Rp8 juta sebulan di 2018.

Atas hal tersebut, Andi dan kawan-kawannya tak hanya menuntut pembayaran kekurangan upah yang tertunda, tetapi juga meminta Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim M Djoenanidie, untuk menghukum PT. Odira membayar denda atas keterlambatan pembayaran upah tersebut sebesar Rp1,2 miliar.

Aziz mengaku dalam persidangan kali ini, pihaknya telah menyampaikan sejumlah bukti-bukti surat. Diantaranya adalah bukti transfer pembayaran upah dari Perusahaan. Sebab selama bekerja, Andi dan kawan-kawan tidak pernah diberikan slip pembayaran upah. “Kita telah melampirkan bukti-bukti transfer dari Perusahaan, karena pada dasarnya sejak mereka bekerja tidak mendapatkan slip gaji,” jelasnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of