Rabu, 23 Oktober 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
373

13 Tahun Bekerja Kurang Disiplin Jadi Alasan PHK, Perusahaan Karaoke Digugat

Jakarta, Buruh-Online.com – Kuasa hukum Mujaini, Albiker Siagian menyanggah alasan pemberhentian secara sepihak yang dilakukan oleh PT. Irama Java Indah. Sebab, menurut pengakuan Mujaini, dirinya selama ini menjalankan tata tertib Perusahaan dengan sebaik-baiknya. “Jadi selama bekerja, Mujaini mengaku bekerja dengan baik. Tetapi dalam beberapa hari, dia (Mujaini) melakukan pelanggaran tetapi pelanggarannya itu tidak jelas,” ujar Siagian, Senin (15/7/2019).

Atas pengakhiran hubungan kerja yang terjadi sejak Desember 2018 tersebut, Mujaini yang bekerja sebagai security telah berupaya untuk menyelesaikan permasalahan pemutusan hubungan kerjanya ke Dinas Tenaga Kerja. Dalam anjurannya, Disnaker menyarankan agar PT. Irama Java Indah mempekerjakan kembali Mujaini, namun tidak diindahkan oleh Perusahaan yang bergerak dibidang usaha penyediaan fasilitas karaoke tersebut.

Sidang kedua yang dipimpin oleh Hakim Taryan Setiawan di Ruang Sidang Kusuma Atmadja 3 Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat itu, beragendakan pemeriksaan identitas dari kedua belah pihak. Sebab, pada panggilan pertama pada 8 Juli lalu dan persidangan yang kedua kali ini, Perusahaan tidak hadir.

Mujaini dalam surat gugatannya yang diregister dengan Perkara Nomor 194/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst, mengajukan tuntutan pendahuluan (provisi) berupa hukuman kepada PT. Irama Java Indah untuk membayar upah selama tidak mempekerjakan Mujaini selama sembilan bulan upah.

Ia yang telah bekerja selama 13 tahun itu juga menuntut agar PT. Irama Java Indah mempekerjakan kembali dirinya, dan meminta pembayaran uang paksa (dwangsom) sebesar Rp5 juta perhari, apabila gugatan bekerja kembalinya dikabulkan namun tidak dijalankan oleh Perusahaan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of