Senin, 26 Agustus 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
244

Ada Addendum PKB, Pekerja Ini Terancam Gagal Ajukan PHK Karena Pensiun

Serang, Buruh-Online.com – Kuasa hukum Didik Apriatno, Ari Bintoro mengatakan, pihaknya tidak pernah mengetahui adanya perubahan pasal yang mengatur mekanisme pengajuan pensiun dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT. Utama Raya Motor Industry. Padahal, pasal tersebut dijadikannya dasar hukum dalam mengajukan pemutusan hubungan kerja dengan kualifikasi pensiun.

“Dalam proses selanjutnya, Pihak Perusahaan menolak dengan alasan telah dikeluarkannya PKB yang telah direvisi. Namun PKB yang direvisi ini, kami sendiri tidak tahu, kapan dibuat dan ditandatangani,” ujar Bintoro usai menghadiri persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Serang yang beragendakan mendengarkan keterangan saksi, Senin (15/7/2019).

Lebih lanjut dikatakannya, dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Diah Tri Lestari itu, Bintoro mempertanyakan isi pasal pengaturan pensiun kepada dua orang saksi yang dihadirkan oleh PT. Utama Raya Motor Industry. “Kasus seperti ini pernah terjadi di Perusahaan, ada karyawan yang pernah mengajukan permohonan pensiun, dan disetujui karena telah memasuki masa kerja 25 tahun ke atas,” jelasnya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Didik Apriatno yang telah bekerja selama 27 tahun di PT. Utama Raya Motor Industry, menilai beralasan untuk mengajukan permohonan pemutusan hubungan kerja dengan alasan pensiun, dan berhak atas uang pesangon sebesar Rp484,5 juta.

Didik mendasarkan penilaiannya tersebut, pada Pasal 14 Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang berlaku di Perusahaan. Pasal tersebut mengatur batas masa kerja seorang Pekerja yang dapat dikualifikasi memasuki pensiun, apabila Pekerja telah bekerja sekurang-kurangnya 25 tahun.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of