Senin, 26 Agustus 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
285

Baru Bertanya, Kok Malah Sudah Dianggap Mengundurkan Diri

Jakarta, Buruh-Online.com – Andrew Fritz Limahelu selaku kuasa hukum Budi Fitrianto, membantah anggapan PT. Coca Cola Distribution Indonesia yang mengkualifikasikan Budi telah mengundurkan diri setelah dirinya mempertanyakan tata cara pengajuan pengunduran diri. Menurutnya, surat elektronik yang dikirimkan oleh Budi tidak pernah mendapatkan balasan dari atasannya.

“(Budi) mengirim email mengenai pertimbangan pengunduran diri,” ujar Andrew usai menghadiri persidangan yang beragendakan mendengarkan keterangan saksi yang diajukan oleh Pihak Perusahaan. Dijelaskan Andrew, saksi mengatakan, bahwa ada instruksi dari atasan untuk melarangan Budi masuk bekerja seperti biasa.

Lebih lanjut saat dalam persidangan pekan lalu, Andrew telah menghadirkan dua orang saksi. Kala itu, ia mempertanyakan ada atau tidaknya surat pengunduran diri tertulis atau berupa surat elektronik yang diajukan oleh Budi. Menurut Andrew yang didampingi oleh Gilang Rachmat Kusnandar selaku salah satu kuasa hukum Budi, kedua saksi dari pihaknya itu, mengatakan tidak ada surat pengunduran diri yang diajukan oleh Budi Fitrianto.

Bahkan seperti diceritakan Andrew, dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Perusahaan, juga tidak menyebutkan adanya pengaturan pengunduran diri melalui surat elektronik. Sehingga, dengan ketiadaan aturan yang menegaskan pertanyaan tata cara pengunduran diri dipersamakan sebagai perbuatan mengundurkan diri, maka anggapan Perusahaan dinilainya telah tidak berdasar.

Dalam surat gugatannya, ia meminta agar Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim M. Djoenanidie menolak gugatan yang diajukan oleh PT. Coca Cola Distribution Indonesia, dan memerintahkan Perusahaan untuk mempekerjakan kembali Budi Fitrianto yang telah bekerja selama 22 tahun itu ditempat semula.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of