Senin, 26 Agustus 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
563

Beralasan Merger, Pengurus Serikat Pekerja Tuntut Ganti Rugi Miliaran Rupiah

Jakarta, BuruhOnline.com – Karena tak jalankan anjuran Dinas Tenaga Kerja Kota Jakarta Timur, Nunut Kurniawan dan Julius Mahanaim menggugat PT. Global Bintang Timur Ekspress ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Disnaker telah menganjurkan kepada Perusahaan yang bergerak di bidang ekspedisi itu, agar mempekerjakan kembali kedua Pekerjanya di tempat semula.

“Di dalam anjuran Suku Dinas (Tenaga Kerja) Jakarta Timur, diperintahkan kepada Perusahaan untuk mempekerjakan kembali (Pekerja), namun Perusahaan tidak mengindahkan anjuran tersebut,” ujar Arifin Senin (15/7/2019) usai menghadiri persidangan selaku kuasa hukum dari kedua Pekerja yang baru bekerja selama 2 tahun lebih.

Dikatakannya, Perusahaan mendasarkan alasan pengakhiran hubungan kerja kepada Nunut dan Julius pada Pasal 163 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. “Pasal (itu) substansinya perubahan status, merger, konsolidasi ternyata di lapangan tidak terjadi. Dan Perusahaan tidak bisa membuktikan, apakah terjadi perubahan status, apakah terjadi merger antara Perusahaan yang dijadikan alasan itu, tidak bisa dibuktikan dalam sidang mediasi,” terang Arifin.

Dirinya juga menegaskan, bahwa kedua Pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya tersebut, merupakan Pengurus Serikat Pekerja. Dalam surat gugatan yang diregister dengan Perkara Nomor 209/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst itu, keduanya meminta agar Perusahaan dihukum untuk membayar ganti rugi sebesar Rp2,6 miliar.

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Taryan Setiawan itu, seharusnya beragendakan pemeriksaan identitas dari kedua belah pihak. Namun karena Pihak PT. Global Bintang Timur Ekspress tidak hadir, maka persidangan ditunda hingga Senin pekan depan, dengan agenda pemeriksaan identitas Perusahaan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of