Rabu, 20 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
150

Berangkat Kerja Tiap Jam Dua Pagi, Seorang Emak-Emak Minta PHK

Serang, Buruh-Online.com – Sri Nurnaningsih, seorang emak-emak yang selama ini tinggal di daerah Cilincing, Jakarta Utara. Melalui kuasa hukumnya, Heri Kusmawan, akhirnya mengajukan gugatan pemutusan hubungan kerja ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Serang. Sebelum mengajukan gugatan, Sri menceritakan dirinya yang berangkat kerja dengan menggunakan angkutan umum dari Cilincing ke Bintaro, Tangerang setiap jam dua pagi.

Tindakan itu ia lakukan, sebab PT. ISS Indonesia sejak Juli 2016 memindahkan dirinya ke Head Office Bintaro, akibat adanya pengurangan tenaga kerja. Dengan tetap memiliki semangat kerja, Sri berupaya agar dirinya tidak terlambat masuk kerja pada Pukul 05.30 Wib setiap hari kerjanya. Sri tidak punya pilihan lain, sebab apabila ia terlambat masuk kerja, maka Perusahaan akan memberikannya surat peringatan.

“Jam kerja saya masuk dari jam setengah enam, pulang jam setengah lima. Karena kondisi saya darah tinggi, sering keram, saya nggak bisa naik motor, jadi naik kendaraan umum,” ujar Sri, Senin (1/7/2019) usai menghadiri sidang yang beragendakan pembacaan gugatan tersebut. Lebih lanjut dikatakannya, dengan kondisi berangkat dan pulang kerja tersebut, ia mengalami kelelahan dan akhirnya berdampak pada kondisi kesehatan.

“Karena saya kurang istirahat, akhirnya saya ngedrop, jatuh. Kurang lebih selama Juli, Agustus, September, tiga bulan,” terangnya. Selama sakit, menurutnya, Perusahaan tidak membayar upahnya, dan kepesertaannya di Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan juga tidak di-aktifkan sejak Oktober.

“Sudah gaji saya nggak dibayar, saya disuruh mengundurkan diri dengan kompensasi dua bulan gaji,” lanjut Sri. Ia berharap, PHI Serang dapat mengabulkan gugatannya, dengan memerintahkan Perusahaan membayar uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak, sejumlah Rp187,6 juta.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of