Jumat, 15 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
275

Berbahasa Inggris, Perjanjian Kontrak Dianggap Tidak Sah

Jakarta, Buruh-Online.com – PT. Leap Machinery Indonesia menganggap perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak) yang dibuatnya dengan Hendrik Edi, berbahasa Inggris dan karenanya dianggap tidak sah karena tidak memenuhi Pasal 57 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Demikian dikatakan kuasa hukum Hendrik, Abdullah Sani seusai menghadiri persidangan yang digelar dengan agenda penyerahan bukti surat, Kamis (25/7/2019).

“Bagi kita tidak masalah. Walaupun tidak berlaku tetapi dia (Hendrik) sudah bekerja,” ujar Sani menanggapi jawaban atas gugatan yang diajukan pihaknya padan pekan lalu. Dihadapan Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Yuzaida, Sani mengaku telah menyampaikan delapan bukti surat. Diantaranya bukti terkait kemampuan Hendrik yang telah berhasil menjual produk perusahaan.

Sani juga mengatakan, bahwa di dalam kontrak kerja yang telah dibuat dan disepakati oleh PT. Leap Machinery Indonesia dengan Hendrik, menyebutkan adanya klausul atas hak pekerja yang berhasil menjual produk perusahaan akan diberikan tiga bulan upah. “Nah kami membuktikan sudah dua kali (menjual produk), sehingga Perusahaan harus membayar enam kali upah,” tegasnya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, perjanjian kerja antara PT. Leap dengan Hendrik, dibuat untuk jangka waktu selama dua tahun. Tetapi selama masa waktu tersebut, Perusahaan menerapkan masa percobaan. Karena kontraknya dibuat dalam bahasa Inggris, Sani diminta oleh Hakim Yuzaida untuk menterjemahkan dahulu ke bahasa Indonesia. Persidangan akan kembali dilanjutkan pada Kamis pekan depan, untuk memberi kesempatan kepada Hendrik selaku Penggugat, menghadirkan saksi untuk memperkuat alasan gugatannya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of