Sabtu, 14 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
276

Buruh Suzuki Berunjukrasa Tuntut Pengusutan Dugaan Korupsi Oknum Managemen

Bekasi, Buruh-Online.com – Dugaan korupsi yang dilakukan oleh oknum managemen PT. Suzuki Indomobil Motor, tercium oleh para buruhnya. Gelombang dukungan pengusutan tuntas, atas adanya tindakan yang akan berdampak pada kelangsungan usaha produsen kendaraan bermotor tersebut, kini datang dari para buruh.

“Adanya dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh oknum managemen,” ujar Heru Wibowo, Ketua Serikat Pekerja AMK FSPMI PT. Suzuki, saat memimpin aksi unjukrasa buruh Suzuki di Plant Suzuki Tambun, Bekasi, Jum’at (5/7/2019) sore.

Menurutnya, para buruh Suzuki kecewa dengan sikap PT. Suzuki yang belum menindak oknum tersebut. Dikatakan Heru, hal tersebut berbanding terbalik jika yang melakukan pelanggaran adalah buruh kelas operator, yang akan langsung diberikan sanksi tegas berupa skorsing hingga pemberhentian. “Sedangkan kalau misalkan operator atau anggota-anggota kami yang melakukan kesalahan, itu pasti langsung dikasih sanksi. Bahkan belum terbukti-pun sudah dilakukan skorsing ataupun PHK,” tegasnya.

Apabila dugaan itu terbukti benar, lanjut Heru, maka kesejahteraan buruh Suzuki akan terkena dampaknya secara langsung. Hal tersebut, setidaknya sudah mulai dirasakan oleh ribuan buruh Suzuki di beberapa wilayah Jakarta dan Bekasi itu, pada beberapa tahun terakhir.

Perundingan mengenai peningkatan kesejahteraan buruh di Suzuki, yang diantaranya terkait dengan penyesuaian selisih kenaikan upah minimum, upah berdasarkan masa kerja, penyesuaian dana pensiun, dan kenaikan plafon pengobatan, selalu terhambat oleh segelintir oknum managemen yang mendalilkan defisitnya keuangan Perusahaan. Padahal, Perusahaan otomotif ternama tersebut, kini sedang membangun pabrik baru di daerah Cikarang senilai Rp13,2 Triliun, yang konon katanya lebih canggih dari negara asalnya, Jepang.

Para buruh juga menyuarakan penolakan mereka terhadap adanya keinginan mantan managemen lama yang sudah tidak lagi bekerja di Suzuki, dan ingin kembali menduduki jabatan strategis di Suzuki. Mereka, dinilai oleh para buruh sebagai orang-orang yang gagal mensejahterakan buruh Suzuki.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of