Jumat, 15 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
412

Dianggap Mangkir Karena Dua Minggu Tak Bekerja Akibat Kecelakaan

Jakarta, Buruh-Online.com – Sidang perdana perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja, antara Saifudin Zuhri melawan PT. Richline Freight Asia Pasific Indonesia digelar Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dipimpin oleh Hakim Taryan Setiawan, Kamis (11/7/2019), sidang yang seharusnya beragendakan pemeriksaan identitas para pihak tersebut, akhirnya ditunda.

Sebab, PT. Richline tidak hadir dan tidak pula mengutus wakilnya yang sah untuk hadir di persidangan. Dikatakan kuasa hukum Saifudin seusai sidang, Branta Tamba, pihaknya keberatan dengan pemberhentian yang dilakukan Perusahaan. Sebab, ketidakhadiran Saifudin untuk masuk dan bekerja dalam rangka menjalankan kewajibannya sebagai Pekerja, tidak dapat ia lakukan akibat sakit karena kecelakaan.

“Beliau (Saifudin Zuhri) seorang driver membawa kendaraan dan terjadi kecelakaan,” ujar Branta. Menurutnya, Saifudin telah memberitahukan kepada Perusahaan atas kecelakaan yang dialaminya. Akan tetapi, setelah melalui perawatan selama 14 hari, dirinya kemudian diputuskan hubungan kerjanya secara sepihak sejak 18 Februari 2018. “Begitu masuk, beliau dikasih surat pemecatan,” lanjutnya.

Dalam surat gugatannya, Saifudin meminta Pengadilan menghukum Perusahaan membayar uang pesangon dua kali ketentuan undang-undang ketenagakerjaan, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak sebesar Rp106,8 juta. Serta selain itu, Saifudin juga menuntut pembayaran upah selama tidak dipekerjakan sebanyak enam bulan upah.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of