Senin, 26 Agustus 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
170

Diberhentikan Karena Masuk Serikat, Sopir Gugat Sisa Kontrak

Jakarta, Buruh-Online.com – Dalam gelaran sidang lanjutan dalam perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja, antara Mawardi dan kawan-kawan (18 orang) melawan PT. Indolog dan PT. Dwipahasta Utamaduta, tengah memasuki tahap mendengarkan keterangan saksi. Kuasa hukum Mawardi, Maniur Sinaga menceritakan keterangan dua orang saksi yang diajukannya, yakni Aris dan Farizal Eros, mantan pekerja di PT. Indolog.

“Ternyata Perusahaan memutus kontrak, bukan karena kinerjanya jelek tetapi mereka (pekerja) masuk serikat. Nah karena masuk serikat, Perusahaan tidak senang, lalu diputus kontraknya,” ungkap Maniur, Senin (22/7/2019) usai menghadiri persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang dipimpin oleh Hakim Duta Baskara itu.

Menurut Maniur, perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak) pekerja dengan Perusahaan masing berlangsung, tetapi kenapa diputus ditengah jalan, tanyanya. Padahal menurutnya, Mawardi dan kawan-kawan pada awal melamar bekerja dijanjikan akan dipekerjakan sebagai pekerja tetap. “Ketika mereka melamar, meminta jadi karyawan tetap. Tetapi dalam pelaksanaannya diberlakukan perjanjian kontrak,” ujarnya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Mawardi mendasarkan gugatannya pada ketentuan Pasal 59 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 233 Tahun 2004. Menurutnya, kegiatan transportasi adalah kegiatan yang terus menerus dan sopir merupakan kegiatan utama sebagai operator angkutan tersebut.

Dengan tidak terpenuhinya syarat yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan, maka perjanjian kerja waktu tertentu yang diberlakukan kepada Mawardi, berubah menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu (pekerja tetap). Sehingga menurut Maniur, terhadap pengakhiran hubungan kerja yang dialami oleh Mawardi, haruslah disertakan dengan pemberian uang ganti rugi.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of