Sabtu, 14 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
196

Diberhentikan Pasca Ikut Aksi May Day, Buruh Pabrik Kusen di Cirebon Tuntut Bekerja

Bandung, Buruh-Online.com – Untung Nasaari menuding PT. Smart Techtex telah melanggar sebagian pasal dalam ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan. Lebih lanjut, kuasa hukum Maman Sulaeman dan kawan-kawan (18 orang) itu mengatakan, sistem kerja kontrak yang dibuat produsen kusen dari bahan pvc tidak sesuai dengan Pasal 59 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

“Bahwa, pasal-pasal yang ada dalam ketenagakerjaan itu dilanggar, khususnya berkaitan dengan kontrak kerjanya,” ujar Nasaari, Rabu (3/7/2019). Ia juga mengatakan, ada dugaan pelanggaran kebebasan berserikat yang dilakukan Perusahaan. “Disana berdiri serikat pekerja dan ada upaya menghalang-halangi dari sisi Pengusaha,” lanjutnya.

Usai menghadiri persidangan yang digelar Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung dengan agenda bukti surat itu, Nasaari menceritakan pengakhiran hubungan kerja yang dilakukan oleh PT. Smart Techtex terhadap kedelapan belas Pekerjanya, diawali dari ikut sertanya Maman dan kawan-kawan merayakan hari buruh sedunia (May Day).

“Jadi mereka (Perusahaan) melihat ada pergerakan membangun organisasi serikat buruh, kemudian setelah ada pencatatan (Dinas Tenaga Kerja) mereka mengikuti aksi may day, dari aksi itu ada beberapa orang yang di-PHK,” jelas Nasaari. Ia mengaku, pihaknya telah mengajukan beberapa bukti surat, diantaranya mengenai masa kerja Maman.

Dalam surat gugatannya yang telah didaftarkan sejak 27 Maret 2019, kedelapan belas Pekerja PT. Smart tersebut, selain menuntut upah selama tidak dipekerjakan sejak bulan Mei 2018, juga meminta agar Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Suwanto itu untuk memerintahkan Perusahaan mempekerjakan kembali mereka sebagai Pekerja tetap pada posisi dan jabatan semula.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of