Jumat, 15 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
196

Diberhentikan, Pekerja Ini Mau Tanya Hakim Hingga Presiden

Jakarta, Buruh-Online.com – Marudut Hutabarat, dua kali ia memperkenalkan dirinya saat hendak di wawancarai BuruhOnline.com, Senin (15/07/2019) usai dirinya menghadiri persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dalam perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja, antara dirinya yang telah bekeja selama 3,5 tahun melawan PT. Maritim Samudra Jaya.

“Ini adalah salah satu unsur yang saya tidak pahami, yang nanti akan saya tanyakan kepada Hakim dan juga kepada Presiden,” tegas Marudut. Ia tak habis pikir dengan tindakan Perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja saat dirinya sedang sakit. “Dari mana haknya? Kalau memang ada haknya Perusahaan itu mem-PHK-kan orang yang dalam keadaan sakit, berarti Perusahaan itu jelas harus memberikan hak-hak si Pekerja itu,” tambahnya.

Menurutnya yang tanpa didampingi kuasa hukum, alasan Perusahaan memberhentikannya secara sepihak sejak tanggal 13 September 2018, adalah karena dirinya sedang tidak sehat dan tak lagi dapat berjalan sempurna. Akan tetapi, lanjutnya, Perusahaan beralasan pemberhentian dirinya karena masa berlaku perjanjian kerja kontrak telah berakhir.

Marudut telah berusaha menyelesaikan permasalahan pemutusan hubungan kerja yang dialaminya secara musyawarah dengan Perusahaan. Bahkan dirinya mengaku, tidak ingin membawa persoalan tersebut ke Pengadilan. “Saya tegaskan, saya sebenarnya tidak mau masuk ke Pengadilan. Tetapi tidak ada titik temunya, maka dengan terpaksa hati, saya lanjutkan ke Pengadilan,” ujarnya.

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Taryan Setiawan itu, beragendakan pemeriksaan identitas dari kedua belah pihak, yakni dari pihak Marudut Hutabarat selaku Penggugat, dan dari PT. Maritim Samudra Jaya sebagai Tergugat. Persidangan sedianya akan dilanjutkan pada Senin pekan depan, dengan agenda pembacaan jawaban dari Perusahaan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of