Selasa, 19 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
177

Diputus Bekerja Kembali, Wooshin Ajukan Gugatan Perlawanan

Bandung, Buruh-Online.com – Tak bersedia jalankan vonis Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, yang memerintahkan untuk mempekerjakan kembali Abdul Rahman dan kawan-kawan (3 orang) sejak 6 Mei 2019 lalu, akhirnya PT. Wooshin Garment mengajukan gugatan perlawanan (verzet) atas Putusan Nomor 65/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Bdg.

Wooshin, kala itu diperintahkan dalam tenggang waktu paling lambat 14 hari harus memanggil Abdul Rahman, Asep Romdani dan Khamdan untuk dipekerjakan kembali pada tempat serta jabatan semula. Dalam putusan tersebut, Perusahaan garment yang berlokasi di Cicurug, Sukabumi itu, juga dihukum untuk membayar tunai dan sekaligus, berupa upah yang belum dibayarkan sejak Mei 2018 hingga Mei 2019, yang seluruhnya berjumlah Rp154 juta.

Tak hanya perintah bekerja kembali dan pembayaran upah, Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Yuswardi menghukum PT. Wooshin untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp132 ribu perhari, apabila ia lalai dalam menjalankan putusan.

“Sebelumnya kasus ini sudah diputus, tetapi waktu itu Perusahaan tidak pernah hadir,” ujar Deden Rahmat selaku kuasa hukum Abdul Rahman dan kawan-kawan, Rabu (3/7/2019). Dalam Pasal 129 HIR, PT. Wooshin dibenarkan untuk mengajukan gugatan perlawanan terhadap putusan dalam pemeriksaan perkara yang dirinya tidak pernah hadir, dan dinyatakan dalam amar putusannya sebagai verstek.

Menurut Deden, awalnya ketiga Pekerja diperjanjikan dengan waktu tertentu (kontrak) secara berulang-ulang hingga lima kali tanpa jeda. Ia menegaskan, pihaknya membantah gugatan perlawanan yang diajukan oleh Wooshin. “Kami menolak perlawanan Perusahaan, karena alasan-alasannya tidak dijelaskan, hanya sekedar formil masa tenggang waktu pengajuan gugatan,” tutur Deden seraya berharap Majelis Hakim menolak gugatan perlawanan Wooshin.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of