Rabu, 20 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
186

Diputus Kontrak Setelah Bekerja Dua Belas Tahun

Jakarta, Buruh-Online.com – Martin Tobing, tak terima diakhiri hubungan kerjanya secara sepihak oleh PT. Totalindo Eka Persada Tbk. Melalui Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Tobing yang mengaku telah bekerja selama 12 tahun itu, menuntut pembayaran uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak.

Dikatakan kuasa hukumnya, Barry F Siregar, anggapan PT. Totalindo yang mempekerjakan Tobing dengan perjanjian kerja kontrak, tidaklah dapat dibenarkan dan bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku. “Ternyata setelah kami melihat fakta dan buktinya, Penggugat (Martin Tobing) ini tidak termasuk Pekerja kontrak, melainkan sudah tetap,” ujarnya, Rabu (26/06/2019).

Lebih lanjut dikatakannya, jika PT. Totalindo tidak berkeinginan lagi untuk melanjutkan hubungan kerjanya, maka pemberhentian tersebut haruslah disertai dengan pembayaran uang kompensasi. “Sehingga sudah seharusnya Totalindo membayarkan segala hak jika ingin mengakhiri hubungan kerja,” terang Barry.

Menurutnya, upaya penyelesaian melalui mediasi di Dinas Tenaga Kerja telah ia tempuh. Namun tidak tercapai kesepakatan. “Disnaker menganjurkan agar PT. Totalindo membayarkan segala hak akibat PHK kepada Pekerja,” tegasnya usai menghadiri persidangan yang beragendakan acara bukti surat tersebut di ruang sidang Kusuma Atmadja, Gedung PHI, Jakarta.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim M Djoenanidie itu, Barry mengaku telah menyampaikan bukti-bukti tertulis, berupa surat pengalaman kerja, surat penugasan, dan bukti upaya penyelesaian melalui musyawarah, serta njuran Disnaker Jakarta Selatan. Sidang dalam Perkara Nomor 97/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst itu, rencananya akan kembali dilanjutkan pada pekan depan, dengan acara tambahan bukti dari kedua belah pihak.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of