Senin, 22 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
31

Epson Diduga Langgar Hukum, 10 Pekerja Tuntut Dipekerjakan Kembali

Bandung, Buruh-Online.com – Sepuluh orang Pekerja, yang digawangi oleh Muhamad Ismail dalam surat gugatannya meminta kepada Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, untuk menyatakan perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak) yang dibuat bersama dengan PT. Indonesia Epson Industry melanggar hukum. Demikian salah satu petitum gugatan Muhammad Ismail dan kawan-kawan yang teregister dalam Perkara Nomor 78/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Bdg itu.

Awalnya menurut Abdul Bais selaku kuasa hukum, Ismail dan kawan-kawan dipekerjakan dengan perjanjian kerja waktu tertentu selama setahun, lalu hanya diperpanjang sebulan dan langsung diberhentikan dengan alasan kontraknya telah habis. “Adanya kontrak perpanjangan yang hanya dilakukan satu bulan. Perusahaan juga dalam menerapkan kontrak yang berdasarkan order atau pesanan, belum ada legalitas,” tegasnya, Rabu (3/7/2019).

Lebih lanjut Bais mengatakan, bahwa selama ini pihaknya telah meminta Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan untuk melakukan pemeriksaan khusus atas penerapan perjanjian kerja kontrak di PT. Indonesia Epson Industry itu. “Ada kewajiban Pengawas untuk melakukan pemeriksaan khusus terhadap pekerja kontrak. Nah sampai saat ini kita pernah meminta tapi belum pernah dilakukan oleh Pengawas,” ujar Bais.

“Perusahaan yang kami gugat itu, sudah (beroperasi) dua puluh lima tahun. Pekerjanya berjumlah sebelas ribu, sementara Pekerja permanen (tetap)-nya cuma tiga ribu. Artinya lebih dari tujuh puluh persen kontrak semua. Bagaimana mungkin pekerjaan pokok yang sudah selama itu, di bagian assembling, hanya diperpanjang kontraknya cuma satu bulan dan kemudian merekrut pekerja lagi untuk pekerjaan yang sama,” tambah Kasworo yang juga sebagai salah tim kuasa hukum Ismail.

Ismail dan kawan-kawannya, meminta kepada Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Yuswardi untuk menyatakan tindakan Epson sebagai pelanggaran hukum dan berakibat menimbulkan kerugian bagi kesepuluh Pekerja, berupa upah sisa kontrak, cuti dan denda yang seluruhnya berjumlah sebesar Rp122 juta. Selain itu, mereka juga menuntut agar dipekerjakan kembali dengan status Pekerja tetap.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of