Sabtu, 19 Oktober 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
130

Globalindo Enggan Bayar Kekurangan Gaji, Pengadilan Lanjutkan Persidangan

Jakarta, Buruh-Online.com – Lanjutan persidangan dalam perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja, antara Ade Irmawan dan Rangga Yuliady melawan PT. Globalindo Pandu Sinergi, terus bergulir. Dalam gelaran sidang yang beragendakan mendegarkan keterangan saksi itu, Ferly Paputungan selaku kuasa hukum kedua Pekerja, menghadirkan saksi bernama Lily.

Dalam keterangannya, Lily membenarkan adanya pembayaran upah yang tidak penuh pada bulan Februari 2018. “Menerangkan bahwa dirinya digaji pada bulan Februari hanya 35%, dan Maret, April, Mei seterusnya tidak digaji,” ujar Ferly usai menghadiri persidangan yang dipimpin oleh Hakim Taryan Setiawan, Senin (1/7/2019).

Sejak Juni 2018, Globalindo melakukan tindakan pengrumahan dengan pembayaran upah 25%. Namun menurut Ferly, hingga kini Perusahaan tidak pernah membayarkannya. “Pada bulan Juni sudah dirumahkan dengan janji pembayaran upah 25%, namun sampai hari ini tidak dibayarkan sama sekali,” tegasnya.

Seperti yang telah pernah diberitakan sebelumnya, Rangga Yuliady dan Ade Irmawan menggugat PT. Globalindo Pandu Sinergi ke PHI Jakarta Pusat, lantaran Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan tersebut, dianggap terlambat dalam membayar upah sejak bulan Februari hingga Juni 2018.

Dalam gugatan yang diregister dengan Perkara Nomor 158/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst dan Nomor 159/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst tersebut, keduanya menuntut pembayaran uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak, serta tunjangan hari raya tahun 2018. Keduanya juga meminta agar Majelis Hakim PHI Jakarta Pusat, menghukum Perusahaan membayar upah selama tidak lagi dipekerjakan sejak Mei 2018.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of