Senin, 26 Agustus 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
210

Jika Dikabulkan, Tanah & Gedung Sucofindo Akan Disita Pengadilan

Jakarta, Buruh-Online.com – Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, diminta untuk meletakkan sita jaminan atas tanah dan gedung milik PT. Superinteding Company of Indonesia (Sucofindo), yang terletak di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta itu. Tuntutan tersebut, termuat dalam surat gugatan yang diajukan oleh Janiwati BR Sitepu, dkk (11 orang) pada 28 Juni 2019 lalu.

Pasalnya, Sucofindo dianggap memiliki kewajiban yang belum dipenuhinya, yakni membayarkan kekurangan pembayaran manfaat Tunjangan Hari Tua (THT) dan Jaminan Hari Tua (JHT) sekaligus kepada Janiwati dkk sebesar Rp16,5 miliar lebih. Kedua tuntutan tersebut muncul, karena Sucofindo akan membayarkan besaran THT dan JHT pekerja yang pensiun dini, sama dengan pekerja yang pensiun normal.

“Ada 11 orang karyawan Sucofindo yang pensiun dini, tetapi perhitungan hak-haknya tidak sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama,” ujar Pahrul Dalimunthe, kuasa hukum Janiwati, Senin (22/7/2019). Lebih lanjut dikatakannya, masih ada 90 orang Pekerja yang akan diputus hubungan kerjanya karena pensiun dini. Hal itu dilakukan Sucofindo, dalam rangka restrukturisasi perseroan dengan cara perampingan jumlah karyawan.

Pahrul juga menuding Sucofindo, telah melakukan pelanggaran Perjanjian Kerja Bersama dan Program Kebijakan Umum, dan Mutual Termination Agreement. Sehingga, ungkap Pahrul, PHI Jakarta Pusat harus membatalkan Perjanjian Bersama terkait perhitungan kompensasi pengakhiran hubungan kerja Janiwati dan kawan-kawan.

Persidangan yang kali kedua tersebut, kembali tidak dihadiri oleh PT. Sucofindo. Hakim Duta Baskara selaku Ketua Majelis Hakim, menunda sidang yang beragendakan pembacaan gugatan itu hingga pekan depan, dan memerintahkan juru sita untuk kembali memanggil Sucofindo.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of