Jumat, 15 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
313

Kabul Sebagian, Pabrik Tabung Gas Dihukum Bayar Pesangon

Bandung, Buruh-Online.com – Dengan alasan pemutusan hubungan kerja karena efisiensi, Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Suwanto menyatakan hubungan kerja antara Endar dan kawan-kawan (74 orang) dengan PT. Bumi Kaya Steel Industri, putus. Suwanto juga menghukum Perusahaan untuk membayar uang pesangon sebesar dua kali ketentuan, dan upah selama proses pengakhiran hubungan kerja.

Endar usai menghadiri persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, mengatakan tuntutannya atas penghukuman uang paksa (dwangsom) dan putusan yang dapat dijalankan terlebih dahulu, tidak dikabulkan. “Dari petitum yang kami sampaikan, dikabulkan sebagian. Upah proses, Alhamdulillah dikabulkan. Dan hari ini putus PHK alasan efisiensi, dengan pesangon dua kali ketentuan,” ujarnya, Rabu (24/7/2019).

Lebih lanjut dikatakan Endar, awal mula perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja tersebut pada 6 April 2018. Menurutnya, tiba-tiba Perusahaan menjatuhkan skorsing dengan melarang semua Pekerja masuk ke lingkungan PT. Bumi Kaya Steel Indonesia yang berlokasi di Jababeka, Cikarang, Bekasi.

“Jadi kami dikasih surat skorsing, tidak boleh masuk, tidak boleh menjalankan pekerjaan,” tutur Endar. Terhadap tindakan tersebut, Endar mengaku telah mengadukannya ke Dinas Tenaga Kerja. Dalam anjurannya, dikatakan Endar, Disnaker menyatakan pemutusan hubungan kerja yang dilakukan Perusahaan, batal demi hukum.

Ia menjelaskan, dari ke-74 orang Pekerja yang bekerja di pabrik tabung gas itu, ada yang sudah bekerja hingga 18 tahun. “Sampai manapun kami akan kawal. Jika Perusahaan mengajukan kasasi, pasti kami akan menyampaikan kontra memori kasasi,” tegas Endar ketika ditanya langkah hukum selanjutnya atas Putusan PHI Bandung tersebut.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of