Sabtu, 19 Oktober 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
116

Kamadjaja Kesampingkan Jeda Pembaharuan Kontrak, Kuasa Hukum Pekerja: Pasal Berapa?

Jakarta, Buruh-Online.com – “Di pasal berapa dan undang-undang mana yang mengatur tentang jeda (pembaharuan kontrak) bisa dikesampingkan,” tegas Jandry Luhukay seusai menghadiri persidangan yang digelar Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (4/7/2019). Ia kesal dengan pernyataan PT. Kamadjaja Logistics yang mengenyampingkan kewajiban aturan jeda selama tiga puluh hari.

Dalam Pasal 59 ayat (6) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, Pengusaha yang hendak mempekerjakan lagi Pekerja setelah adanya perpanjangan kontrak kerja, maka keduanya harus terlebih dahulu melewati masa tenggang (jeda) waktu tiga puluh hari tanpa adanya hubungan kerja, terhitung sejak perpanjangan kontrak berakhir.

Dengan keberadaan aturan tersebut, maka menurut Jandry selaku kuasa hukum dari Achmad Syahroni mengatakan, tidak ada lagi aturan dalam undang-undang yang membolehkan Pengusaha untuk mengenyampingkannya. “Itu yang harus mereka jawab!,” ujar Jandry. Hal itu telah ia tegaskan dalam replik yang diserahkannya ke hadapan Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Yuzaida, pada persidangan kali ini.

Selain terkait dengan pengaturan waktu dalam perjanjian kontrak, Jandry juga mempersoalkan jenis kegiatan yang diadakan oleh Kamadjaja. Menurutnya, Syahroni yang kesehariannya bekerja sebagai checker barang keluar masuk di gudang, merupakan bagian dari pekerjaan utama yang tidak bisa diperjanjikan kontrak.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Jandry mengatakan, PT. Kamadjaja memberlakukan perjanjian kerja kontrak sebanyak tiga kali. Padahal kebolehan menerapkan kontrak hanya dua kali. “Dalam Pasal 59 (Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003), kontrak itu paling lama tiga tahun, paling banyak dua kali, dia (PT. Kamadjaja) kontrak tiga kali,” tuturnya.

“Karena tiga kali kontrak, dia tidak langsung memperpanjang, dia seminggu baru perpanjang tanpa pemberitahuan,” jelasnya. Tindakan tersebut, menurut Jandry merupakan pelanggaran, dan hubungan kerjanya berubah menjadi pekerja tetap dengan keharusan bagi PT. Kamadjaja untuk mempekerjakan kembali Syahroni ditempat semula.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of