Sabtu, 19 Oktober 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
79

Kerja di Jakarta Dibayar Sejuta, Dua Pekerja Ini Ajukan Gugatan

Jakarta, Buruh-Online.com – Usai menghadiri persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2019) Sigit Kurniawan selaku kuasa hukum Amsari dan Madsuri mengungkap alasannya menggugat PT. Thenaco Jaya Langgeng Abadi. Menurutnya, Perusahaan yang bergerak pada industri pengerjaan logam dan produsen baja sejak tahun 1994 itu, telah membayar upah dibawah besaran upah minimum yang berlaku.

Fakta tersebut, dikuatkan oleh keterangan saksi bernama Andri yang dihadirkan Sigit pada persidangan 22 Mei lalu. Lebih lanjut dikatakan Sigit, saksi yang dihadirkannya menerangkan adanya pembayaran upah yang diberikan oleh Perusahaan pada tahun 2015 hanya Rp1 juta perbulan. Padahal kala itu, besaran upah minimum yang berlaku di Jakarta, sebesar Rp2,7 juta sebulan. Ia juga mengatakan, telah menyampaikan bukti surat, diantaranya slip gaji, bukti kelebihan jam kerja, dan surat keterangan kerja.

“Dia menerangkan bahwa selama periode kerja 2015, saksi diberi gaji sebulan Rp1.080 ribu,” ujar Sigit. Dikatakannya saat di lakukan mediasi di Dinas Tenaga Kerja, Perusahaan mengaku sudah bangkrut. Tetapi Sigit meragukan pengakuan PT. Thenaco. Sebab tidak ada putusan pengadilan yang menyatakan bangkrut. “Bangkrut itu apakah dinyatakan pailit oleh pengadilan niaga atau bangkrut secara manajemen,” tuturnya.

Keraguan Sigit cukup beralasan, karena hingga kini menurutnya, Perusahaan masih ada operasional. Untuk itu, pihaknya dalam surat gugatan bertanggal 18 Januari 2019 itu, meminta kepada Majelis Hakim untuk menghukum PT. Thenaco membayar uang kompensasi pemutusan hubungan kerja, berupa pesangon, penghargaan masa kerja dan penggantian hak kepada keduanya, yang berjumlah Rp144,3 juta.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of