Rabu, 11 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
517

Krakatau Steel Pastikan Tidak Perpanjang Kontrak, 2.600 Buruh Terancam Diberhentikan

Jakarta, Buruh-Online.com – Dalam pertemuan antara perwakilan buruh PT. Porna Sentana Baja dengan manajemen PT. Krakatau Steel, yang difasilitasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan, Senin (22/7/2019) di Jakarta. Semakin mengemuka keinginan Krakatau Steel untuk tidak lagi memperpanjang perjanjian kontraknya, dengan perusahaan-perusahaan yang selama ini mendukung kegiatan usaha Krakatau Steel.

“Kami, saat ini sudah mendapatkan surat dari Krakatau Steel, terkait dengan tidak dilanjutkannya kontrak kerja kami dengan KS hingga 31 Agustus,” ujar Nuryudono selaku Direktur PT. Porna Sentana Baja, yang disampaikannya dihadapan Inspektur Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Budi Hartawan. Lebih lanjut dirinya mengatakan, selama ini hanya mendapatkan pekerjaan dari Krakatau Steel. Sehingga dengan diputusnya kontrak oleh Krakatau Steel, akan menyebabkan 1.346 orang pekerjanya diberhentikan.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur PT. Krakatau Perawatan dan Perbengkelan Satrio, yang menegaskan kondisi keuangan Perusahaannya akibat dari semakin berkurangnya kegiatan di PT. Krakatau Steel. “Dengan adanya kejadian ini, sangat menunjukkan Krakatau Steel sudah goyang,” tuturnya yang dalam pertemuan tersebut juga dihadiri oleh General Manager Krakatau Steel Edjie Djauhari, dan didampingi Endang Susilowati selaku kuasa hukum PT. Krakatau Steel.

Sebelumnya, memang telah ada instruksi pemutusan kontrak kerja yang disampaikan oleh Edjie berdasarkan Memo Dinas Nomor 714/SGA-KS/2019 tanggal 10 Juli 2019. Sembilan Perusahaan yang selama ini mendapatkan sebagian pekerjaan dari Krakatau Steel itu, adalah PT. Purna Sentana Baja, PT. Wahana Sentana Baja, PT. Sigma Mitra Sejati, PT. Krakatau Perawatan Dan Perbengkelan, PT. Krakatau Information and Tecnology, PT. Indo Sarana Usaha, PT. Kedung Buana Indah, PT. Saba Pratama, dan terakhir PT. Central Berkat Indonesia.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon Bukhori menyatakan, pihaknya sedang berusaha mengintensifkan pertemuan dengan para pihak, termasuk dengan serikat pekerja yang beraliansi dengan Forum Serikat Pekerja Baja Cilegon (FSPBC). “Ingin ada pertemuan sekali lagi, dan kami berharap segera ada jadwal,” ujar Bukhori. Namun pernyataan tersebut langsung ditolak oleh Arifin selaku Sekretaris Jenderal FSPBC.

Sebab, diharapkan Arifin, pertemuan kali ini dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat secara langsung mengambil keputusan. “Harapan kami hari ini ada penyelesaian, bukan lagi dikembalikan ke daerah,” tegasnya. Ia justru menduga, ada motif lain dari rencana pengakhiran hubungan kerja 2.600 orang yang dikatakan sebagai akibat restrukturisasi Krakatau Steel, yakni dalam rangka ingin mengganti pekerja tetap dengan pekerja kontrak.

Liputan lengkap Demo Buruh Krakatau Steel dapat disaksikan dalam Program Pojok Buruh di BuruhOnlineTV.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of